pengen nangis rasanya ngelihat Lilyana Natsir kalah :'( kenapa harus kalah? tapi yah, memang, China dan Denmark lebih tangguh dari Indonesia.
entah sejak kapan, kalo ngelihat si Butet (panggilan akrab Lilyana Natsir), rasanya pengen banget kayak dia. dia cewek, tapi penampilannya maskulin. rasanya dia bebas menentukan pilihannya. bahkan ia rela berhenti sekolah demi bulutangkis. wuuuuussshhhh...... bener-bener pengen kayak Butet.. cewek, tapi maskulin.. sumpah keren abiiiissssssssssss *.*
dan inilah yang menimpa saya, teman-teman.....
saya terlahir sebagai perempuan dengan lingkungan serba cowok. bingung? kakek dari papa punya 5 orang anak. 2 perempuan, 3 laki-laki. anak pertama punya 3 anak. cewek, cowok, cowok. anak keduanya punya 3 anak cowok semua. anak ketiga (papa) punya aku dan adikku (cowok), anak keempat 3 orang juga cowok semua, namun sayang, dua diantaranya meninggal, jadi tinggal 1. anak terakhirnya punya 2 anak cowok semua. jadi, notabene sepupu saya itu cowok. yang cewek pertama tadi udah punya anak, cowok, seumuran saya lagi --a jadi bayangkan saja, saya seperti apa.....
hidup sebagai perempuan yang dihimpit banyak saudara cowok itu tidak mudah. gede-gedenya gini malah rada tomboy walau nggak kelihatan tomboynya. saya mengatakan bahwa saya tomboy karena saya suka sesuatu yang berbau maskulin. mulai dari pakaian, sampai hobi cowok. sebagai contoh : pakaian. saya lebih suka pakai kaos oblong, celana jeans, dan sendal jepit ala kadarnya. saya tidak suka dandan dan make up. wajah saya berjerawat serta sedikit kasar. hobi? saya suka gebug drumm, meski banyak yang menganggap remeh permainan drumm saya. banyak yg tidak percaya. tapi yasudahlah, biarkan mereka meremehkan. toh tidak akan berdampak apa-apa buat saya. itu hanya hobi... dan 1 yang penting, saya TIDAK BISA MEMASAK...
melihat Butet, viiiiihhhhhh... saya benar-benar ingin menjadi sepertinya. sedari dulu saya ingin mengikuti style Butet. bukan karena ngefans yang berlebihan, tapi menurut saya itu keren! sedari dulu pula saya ingin memangkas rambut saya menjadi seperti rambut cowok yang super simpel. apalagi kalo pake jaket, jeans, dan sneakers. aduuuuuuhhhh i wanna have fun with that all!!!! belum lagi kalau dibebasin melakukan apa yang saya mau dan dibebasin mau kemana saja yang saya mau.
namun semua itu urung mimpi belaka, teman-teman.....
saya memang sudah berusia 18 tahun, tapi mama saya tetap memperlakukan saya layaknya balita. nggak boleh ini, nggak boleh itu, nggak boleh kesini, nggak boleh kesitu, nggak boleh naik motor kenceng-kenceng, nggak boleh lama-lama di luar rumah dengan alasan 'sudah tidak ada cadangan anak perempuan' aliyas karena saya dianggap satu-satunya keturunan perempuan dari keluarga papa, meskipun ada sepupu saya yang pertama tadi yang udah dianggap tante-tante. dan bahkan sampai sekarang saya masih BELUM mempunyai SURAT IJIN MENGEMUDI (yang tidak percaya silahkan cek dompet saya), sedangkan adik saya yang 13 hari lagi genab berusia 17 tahun itu sudah punya SIM. miris memang... kalau saja papa saya masih ada, mungkin keadaan saya bisa lebih parah dari ini. susah memang punya orangtua super duper over protect.
sampai sekarang, saya masih dicap sebagai anak manja. saya tidak suka predikat itu. setidaknya saya ingin menjadi diri saya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain untuk menjadi seseorang yang bukan saya sama sekali. saya ingin seperti apa? SAYA INGIN SEPERTI BUTET!!! setidaknya saya ingin sekali menerapkan style nya dalam style saya.
saya suka sekali maskulin, tapi bukan berarti saya ber-soul cowok. saya masih normal, saya masih menyukai laki-laki (apalagi 'dia' *.*). maka saya tidak akan melakukan transgender. saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri tanpa ada yang harus mengatur saya. terserah orang lain tak suka, yang penting saya tidak merugikan siapapun.
BUTEEEEETTTTT, sumpah pengen kayak diaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :D
No comments:
Post a Comment