Tuesday, 14 May 2013

225 NYAWA!!!

APAAAHH??? ADA 225 NYAWA??? CIYUS? MIAPAH??? banyak juga ya?
225 : 9 = 25!!!
Ama maknyoutnya? (efek ngobrol sambil makan)

Hai, kontemporer people! (makanan sudah ditelan)
Brrrr lagi hujan nih. Entah kenapa sejak senin kemaren, Probolinggo lagi error. Mendadak hujan lebat. Enaknya sih jam segini tuh tidur-tidur ayam, ditemenin bantal, guling, plus spesial pake KUCING!

Sedari kecil saya emang nggak pernah lepas dari yang namanya Kucing. Hewan berbulu cantik (kalo nggak ada scar-nya sama sekali ya) ini sudah menjadi bagian dari keluarga semenjak Papa saya masih SMA. Sedari kecil saya emang dididik untuk mencintai binatang, terutama kucing. Hewan ini penurut, cocok untuk jadi sahabat manusia.

Saya punya 1 ekor kucing, saya beri nama Oreo. Selain karena saya suka biskuit satu ini, warna kucing saya memang dominan hitam dengan warna putih di lehernya, jadi dia kayak pakai slayer gitu deh hehehe
2 minggu lalu dia melahirkan. Seumur-umur saya memelihara kucing, baru kali ini saya punya kucing yang mampu melahirkan 5 ekor cemeng (bayi kucing)! kelima-limanya dominan hitam. Merasa kesulitan untuk mencari 5 nama yang berbeda, akhirnya Mama saya memutuskan untuk memberi mereka nama Pertama, Kedua, Ketiga, Keempat dan Kelima. Ide yang cemerlang, Mum :D

Lanjut.
Saya suka sekali makan gorengan. Bukan karena rasanya yang memang enak, tapi dengan makan gorengan, saya bisa mengingat kenangan bersama mendiang Papa saya. Semalam saya beli gorengan di dekat rumah. Tempat itu penuh sekali dengan kucing. Saya sempat menghitung, ada 12 ekor. Awalnya saya kurang paham mengapa kelompok kucing ini bisa akur di satu tempat, mengingat kucing adalah hewan individual ketika mereka sudah dewasa.

"beli berapa, Mbak?" tanya si ibu penjual gorengan.
"5 ribu saja bu, weci sama roti goreng," jawabku sambil terus menatap para kucing yang sedang asyik menjilati tubuhnya. Kemudian secara tak sengaja, saya menginjak ekor salah satu kucing tersebut, "MIIAAUUWWW!!!" Jeritnya kencang.
"Eh, sori pus, soriiii banget!" jawabku. Kemudian tampaknya kucing itu melengus pada saya dan dia berlalu pergi begitu saja dengan muka kecut. Saya merasa sangat bersalah.
"Dia emang gampang ngambek, Mbak," sahut si ibu penjual gorengan.
"Hah?"
"Iya, mereka itu kucing-kucing saya," tambahnya
"Sebanyak itu,  Bu?" tanyaku heran.
"Di rumah masih ada 13 ekor lagi, Mbak,"
"Hah? berarti totalnya 25 ekor?"
"Iya. Jadi seringkali saya belanja ke pasar, kemudian ada kucing yang sendirian, saya kasihan. Ya saya bawa pulang saja dan saya rawat," jelasnya membuat saya melongo terpaku.
"Panti  kucing, ya," responku lepas.

Sepanjang perjalanan pulang, saya berfikir, mengapa ibu itu begitu cintanya pada kucing? Secinta-cintanya saya ke kucing pun, saya hanya memelihara 1 induk kucing dengan anak-anaknya. Yang membuat saya heran, bagaimana bisa kucing-kucing dari keluarga dan habitat yang berbeda bisa hidup akur dalam satu rumah ibu penjual gorengan itu?

Sesampainya saya di rumah, saya melihat Oreo tengah melahap rumput. Oreo memang kucing langka. Selain suka makan nasi dan ikan, ia juga suka merumput. Keanehan ini saya sadari ketika saya sedang mencabut rumput liar di halaman belakang, dan dia memakan rumput-rumput itu. Saya menggertak Oreo agar ia memuntahkan rumput yang ia makan. Tapi ia malah pergi dengan masih banyak kunyahan rumput di mulutnya.
Melihat Oreo yang tengah asyik makan rumput, saya mendekatinya dan mengelusnya dengan lembut. Ia adalah seekor ucing yang luar biasa. Kemudian saya menawari 1 buah weci kepadanya, tapi tidak ia hiraukan. ia lebih suka makan rumput."Kucing vegetarian," gumamku.
http://science.kqed.org/quest/files/2012/09/Rsgranne_-_Cats_cats_cats_Arrow_Rock_Missouri_20050703_03_by-sa.jpeg

Sunday, 12 May 2013

Ngobrong Dol!

Hey, kontemporer people! Whats up? Have a nice monday!
kata tante saya barusan sih, "Probolinggo lagi mendung, Rek!"
sudahlah, kita akhiri preambule yang tidak jelas ini, ya...

Well, saya tahu, kalian yang membaca beberapa postingan saya ini, kebanyakan adalah kalian yang (mungkin) juga punya blog. Oh, nggak kok, saya nggak minta di-follow. Kalian baca aja saya sudah senang sekali. Tapi emang sih, saya berharap kalian meninggalkan comment, barangkali ada salah satu posting saya yang kurang berkenan atau meninggalkan beberapa kesan baik untuk posting saya.

Bukankah lebih baik meninggalkan posting di blog saya daripada meluapkannya via status FB lah, via tweet lah, yang mungkin saja saya tidak tahu.
Kalau memang tidak ada komentar, ya jangan dilampiaskan di status atau tweet segala dong. Mending comment atau sms atau bisa ngomong langsung ke saya, biar lebih enak.
Karena jujur saja sih, saya kurang nyaman dengan tingkah seseorang yang memberi respon soal beberapa posting saya tapi lewat tweet. Kan lebih baik diomongin langsung biar saya juga tahu bagaimana respon Kontemporer people sekalian.
(Ehem, yang ngerasa, tolong jangan gitu lagi ya :)

Jadi, kesimpulannyaaaa...
Saya tunggu respon kalian ya :)
Apapun itu, akan selalu saya tunggu apresiasinya :)

Tuesday, 7 May 2013

The True Brother

Tiba-tiba aku jadi teringat akan kenangan manis itu. Ketika aku merasa benar dengan melampiaskan kasih sayangku pada seseorang untuk balas dendam terhadap adik kandungku. Kenangan manis dimana aku bisa merasakan bagaimana rasanya menyayangi dan disayangi seorang adik yang manja. Ia bisa menggantikan figur adik bagiku. Bahkan aku rela berpanas-panasan untuknya. Dimulai saat perhatian kecilku yang tidak seberapa direspon lembut olehnya. Kemudian ia mulai menghias hari-hariku dengan banyak pesan singkatnya, dengan cerita lucunya, dengan curhatannya, dengan tingkah lakunya. Aku suka itu. Sikap dan tingkah laku seorang adik yang memanja, yang selama ini aku harapkan dari seorang adik. Rasa cemasnya ketika aku sakit, rasa cemasku ketika ia tak kunjung pulang ke rumah hingga larut malam, beberapa amarahku tanda aku ingin sekali melindunginya, dan beberapa canda guraunya, semua masih melekat di memoriku. Rasa saling memiliki layaknya saudara kandung. Tampaknya aku lumayan berhasil menjadi figur kakak baginya, yang mengajarinya, yang menuntunnya, yang membantunya, dan dia yang berhasil mengusir sepiku. Memberiku sedikit ketabahan menghadapi adik kandungku yang kala itu kubenci setengah mati karena rasa tidak hormatnya kepadaku.

Tapi, apa mau dikata. Semua itu tidaklah abadi. Aku harus rela kehilangan dan menyadari bahwa dia bukan adik kandungku.
Aku juga harus menerima bahwa ia punya kehidupannya sendiri. Sementara bodohnya aku, baru menyadari bahwa adik kandungku adalah ADIK TERBAIK di muka bumi ini. Meskipun ia sedikit tidak hormat padaku, tak apalah. Ia masih melindungiku. Jauh di dalam hatinya, ia sangat menyayangiku. Ia masih senang berbagi tawa denganku. Menjadikanku sahabat dekat dan mulai terbuka kepadaku. Mataku mulai terbuka, seburuk apapun adik kandungku, tapi darah yang mengalir di tubuh kami adalah dari ayah dan ibu yang SAMA, itulah keabadian bersaudara. Aku mulai mencemaskan adikku jika ia tidak kunjung pulang ke rumah, aku mulai memperdulikan prestasinya, membantunya belajar, serta berbagi pengalaman sehari-hari dengannya, menyuapinya makan siang dan bermanja, memotong kukunya sambil bercerita, adalah hal-hal kecil yang mulai aku dapatkan, dan itu membuatku bahagia.

Aku menyesal pernah membencinya. Ialah satu-satunya saudara kandungku. Ia pasti melindungiku. Ia pasti inginkan yang terbaik untukku. Seindah apapun kenanganku bersama 'adik jadi-jadianku', tidak akan ada kenangan yang lebih indah dibanding berebut batu saat bermain dengan adik kandungku ketika kami kecil. Karena sesungguhnya, aku dan adik kandungku adalah SALING MENYAYANGI, kami hanya terlalu gengsi untuk mengakuinya. Karena rantingku dan ranting adikku tak akan pernah tertebang terpisah dari pohon silsilah keluarga. Hubungan darah adalah hubungan yang abadi.

Terimakasih Tuhan, Kau telah membuka mataku lebar-lebar untuk mensyukuri apa yang aku punya, Adikku, yang selalu apa adanya.

Feels like Insomnia aaaaaaaa

hello kontemporer people..
well, do you know what is insomniac? as i know (without a certain research) insomniac is a kind of psychological trouble about hard of getting sleep. i don't know why those several people are so hard of going nap. perhaps because of their problems or others.
i also included into the one of insomniac. i don't know why i also getting hard to fall asleep. I've tried some ways to get easy of sleep. sometimes i remember several memories, i imagine how is my life when I've been a wife with a right husband and cute kids, i also did the silly things such as counting sheep or shaking my feet back and forth. but i don't know why that i'm not too interesting of book reading before sleep. I've never got sleepy by this way.

on Thursday night, aaarrrrggghhh, my insomniac was coming again and against my willing of getting sleep. well guys, that was such a crazy thing that i hadn't any nap on that night. when it dawn, my mind was confusing about something i (have to) hate. unfortunately, those thing was kept on my mind until adzan subuh heard.

when i know, i was getting my self nervous. how could that be? I've never dreamed it come to me after all this long time i tried to get away from it. i felt lost my long effort. i needed so much energy to control my breath, to face it, to stand up, to show my (in lie) sleepy face, and to say words. i wouldn't give a long responses because i didn't want they think that I'm too care about it. how could? I've passed it, i don't have obligations anymore. when it gone, i ran rush into my house and busted the door. i took my phone and text-ed to sisilia. on that night, i cried in silence. i didn't want my mom hear my crying voice.

i try to forget, I TRY! because in this short time, I'll go further and leave all of that sweet memories. i know that it is not the only one. may Allah bless me and give me longer time to live so that i can find the one who could be my last decision to lay on. the one who could be my life leader, who can give me know about the rite direction, give me love and promises of being good family president.

my mind is still about ya, but i don't want waste my time of thinking ya. i have a limited time to wait and perhaps it is enough of being waiting for ya. in another hand, when later i have my normal life, i can go back if you call and want to return all of we had done before. i promise :)

Saturday, 4 May 2013

Happy Birthday, Adhi

ADHI PERMANA PUTRA
raised for the 3rd rank on my "most handsome people" chart after my dad and Thomas Ramdhan.
I knew him from the singing talent competition called X-factor Indonesia but he couldn't pass the top 13 to be the Gala contestant.
But it didn't any matter. I still love him. How could I can't. He's young and talented. Not all of the boys on his average age could have a beautiful voice like him. I'm prefer Adhi to Mikha, actually. But perhaps, Adhi is better to be the vocalist of his band called My Music Connection.

Today is his birthday. It is his sweet seventeen! Wow, I don't know how he feels his sweet seventeen because I've never did. My dad passed away on 12 days after my 17th birthday so I couldn't be happy. Well, I can't do anything except saying happy birthday by tweeting and posting on my blog. He's far and I don't know where his home address is. I know that Adhi can develop his talent as long as he never stop trying and exercising. I love his songs that he had uploaded on his Soundcloud account. I hope he'll get success on his carrier of music.

Well, happy birthday, handsome Adhi!
I'm wishing the best for ya, I know that you will always be creative on music. I hope that you'll never stop on your carrier. Because i also know that there are so many people, or your fans actually (included me), still waiting your beautiful voice, we still want to hear it, obviously!
Be a low profile boy, keep your feet on the ground when your head reaches the cloud, be a lovely kid for your family because i believe that they are proud of you. I also hope that you'll have your own album with your band! Well, it hurts me to say this but... I hope you can be longlast with your dearest girlfriend, Nafisa Hanum, be a nice couple, boy!

your fans,
@dhitarizkya