Sunday, 29 July 2012

(hampir) mokel

sumpah suer, pengen nangis rasanyaaaaaa... tapi, aku nggak boleh nangis. mengingaaaattttt..........
entah sejak kapan, mungkin emang dari kecil sih, bunda selalu marah-marah kalo liat aku nangis. aku nangis entah gara-gara siapa, pokoknya kalo aku nangis, bunda marah. entah juga apa tujuan bunda marah. mungkin biar aku berhenti nangis. tapi apa begitu caranya ya?? perasaan nih, kalo ada anak kecil nangis, pasti mamahnya pada nenangin pake iming-iming permen lah, eskrim lah, bakal diajak jalan-jalan lah, nah aku?? sekali sentak, langsung berhenti nangis. ckckckckck miris nian diriku ini. hina banget ya. hahahaha

bukan itu guys, tapi yang mau aku ceritain di sini itu..... perut. laper gilaaaa... apalagi jam-jam siang begini. itulah sebabnya aku lebih memilih tidur agar rasa lapar tidak terasa. hahahaha namanya juga puasa. sabaaarrr..

di bulan puasa ini, ya kok tetep aja ya tugas kelompok yang nyuruh observasi itu nongol juga. harus ngegambar peta kelurahan lah (alhasil harus ke kantor kelurahan nih), observasi fauna se-RT (pasti mayoritas kucing, burung, tikus, kecoa, cicak, ayam, mungkin juga kambing) dan berbagai tugas yang lainnya lah. ini lagi puasaan tapi disuruh keliling-keliling begini. tapi, jangan, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk tidak mengerjakan tugas... (kata-kata termunafik dalam posting kali ini)

terlepas dari tugas...
pikiranku seakan terpecah-pecah oleh berbagai kegiatan dimana peranku cukup penting di dalamnya.
1. menjadi sekretaris untuk bukber XE 3 generasi. ini ngumpulin makhluk-makhluk alumni XE susahnya minta ampun. sebagai sekretaris, aku harus membuat proposal peminjaman lab ips.. semoga acara bukber di tanggal 10 ini bisa berjalan lancar amiiiinnnn...
2. ngurusin acara bagi-bagi ta'jil bersama DPA dalam rangka memperingati hari anak nasional (biarpun telat) yang masih nggak tau mau dilaksanain kapan.
3. ngurusin seleksi MPK 2012/2013. ngerjain ini, ngerjain itu, print ini, print itu, hubungin si ini, hubungin si itu. aaaarrrrrgggghhh
4. dipercayai menjadi sutradara untuk pembuatan video klip madu dan racun dalam rangka acara sekolah, Ramadhan Ceria. mikir ini mikir itu. jadi sutradara lagi deh... semoga yang ini lebih gampang daripada mahakarya kemaren (iyalah secara --a)

sibuk, men, sibuk. untuk sementara anggap saja dia sebagai cowok nggak penting. kalo udah nggak sibuk, baru deh ramah tamah lagi. hikikikikikiki

sabtu pagi sempat pengen mokel (membatalkan puasa) karena kelewat haus. tapi untung bisa nahan...

di saat pikiran lagi buntek-bunteknya, ada yang sms, "woy sob, lama nih nggak ketemu. reunion yuk. gue ajak abang gue deh, semoga stick drum dari abang gue masih sehat wal afiat ya, kita nge-band lagi. gimana gimana???" oooo??? menggiurkan sih, tapi..............
"nggak tau timing amat sih lo! lo enak banyak bolos, nah gue? sibuk berat! abis lebaran aja dah!"
wohooooo baru kali ini aku nolak meskipun dengan iming-iming pemandangan segar wajah abangnya yang kerap membuatku kelebihan gebug tom tom.
"yaaaahhh, padahal sebenernya bukan gue yg ngajak, tapi abang gue sendiri.. sayang dong kalo dilewatin.."
teman, inilah yang disebut dengan cobaan puasa yang nyata.....
karena aku orang yang gampang goyah, akhirnya kujawab... "eeeeee.. salam aja buat abang lo yah, peluk cium manis mumumu"

sabaaaaaarrrrrrr

Sunday, 22 July 2012

tetangga yang tertukar (pikiran)

"banyak diburu, hilal terancam punah"
ini kalimat ter-absurd yang aku dapat dari si tuyul kecil, Amsyah (view dualimapuluhpagi.blogspot.com to know him more). emang apaan?
ini mau ptasa aja ribet banget ya? emang sih, harus lihat hilal dulu. aku sih kurang tahu pasti tentang cara penghitungan awal ramadhan ini. pokoknya pas matahari tenggelam, harus keliatan hilal atau bayangan bulan sabit.
dan sampe usai maghrib pun, sidang isbat masih belom kelar juga. masyarakat pada galau nih, saudara-saudara. malam ini tarawih atau enggak?

disini aku nggak mau ngebicarain perbedaan yang ada di Islam. Islam is one. tapi ya kalaupun ada perbedaan, kenapa harus diperdebatkan? kita jalani saja sesuai keyakinan masing-masing. untuk kasus ini, aku dan keluarga serta para tetangga puasa di tanggal 20 juli, hari jumat. sebagian warga kota pun ada yang puasa tanggal 21 atau hari sabtu (don't forget this, it will be naufal's birthday ;p)

karena jumatnya mau puasa, maka malam jumatnya tarawih, pemirsaaahh..
karena rumahku tepat berada di timur masjid, tinggal menapak selangkah aja udah nyampe masjid. ahahaha :D
alhamdulillah, lumayan khusuk sholatnya. meskipun ada 2 kurcaci aneh yang ribut sendiri, ketawa-ketiwi di tengah-tengah sholat. ganggu orang sholat aja --a

usai tarawih, pas mau pulang nih, eh kok kayak liat seseorang yang ngga asing banget buat mataku.
"kayak miss Ika, deh.." *dengan mata terpicingkan karena ngga pake kacamata
tanpa disangka, perempuan yang masih memakai mukenanya itu menyapaku..
"Hey, is it you?"
"Oh, yes mam... you're praying here too?"
"Yeah. well, where is your house? is it not too far from here?"
"yes, mam. look at your right, that's my house"
"that house?????????" tanya miss Ika super duper heran.
"Yes, mam. what's wrong?"
"so we're a neighbour, right?"
"neighbour? where's your house?"
"my house is at left of warung barokah"
"Heeeeeee???? it means that you're Mr. Ngatman's daughter??"
"aha"
"Rio's sister?"
"absolutely..."
"......" *mukaku pun rata
"how long you've been live here?" lanjut miss ika
"since i was born, i guess..."
"......." *miss Ika dengan muka pertanda ngomong 'really???'

fyi, percakapan ini diiringi dua ekspresi wajah yang aneh. miss Ika dengan tampang guru yang masih keheranan, dan aku dengan tampang murid yang mendadak tolol..
ternyata selama belasan taun tetanggaan (mungkin lebih tepatnya udah puluhan tahun, kalo tetanggaan sama papa yang udah tinggal di rumah ini selama 50 tahun, lebih-lebih buyut.. ini rumah usianya udah lebih dr 100 tahun..) kami nggak pernah nyadar kalo selama ini kami tetanggaan. apalagi sampe-sampe jadi guru-murid di sekolah. mungkin karena dulunya miss Ika sibuk kuliah, dan aku pun jarang banget sosialisasi sama tetangga berkat tugas sekolah yang numpuk ajegile itu...

keep communicate to your neighbours, guys...

Sunday, 8 July 2012

Buka Pintu, Sayaaaaaanggggg

Innalillahi wa innailaihi rojiun...
telah meninggal dunia dosen besar Universitas Brawijaya, dr. Muhammad Hanafi, MPH.
emang sih aku belum kuliah, lebih-lebih di UB, tapi aku masih ada  relasi keluarga lah sama beliau. meninggal karena sakit batu empedu. yah, semoga amal ibadah beliau bisa diterima di sisi Allah. amiiiinnn :)

usai ta'ziah, sekeluarga mencoba mencari (kembali) rumah sepupuku, Mbak Linda yang berdomisili di Pondok Blimbing Indah, Malang. ngiterin dari blok A sampe G tak ujung kami temukan rumah Mbak Linda tersebut. yang kulihat di kanan kiri hanyalah rumah-rumah mewah bak istana Barbie (bahkan ada rumah yang benar-benar mirip istana Barbie).





 "sepertinya blok F"
"bukan, seingetku blok C"
"kalo blok C berarti harus balik ke bundaran depan tadi ya?"
"Iyalah, puter ke kanan"
"itu kan ke blok G"
"blok G itu kan blok paling belakang"
"enggak, bloknya muter"
"muter gimana?"
"DIAAAAAAAAAAMMMMMMMM!!!!!" teriakku. seisi mobil pun diam.
"Siapa disini yg punya nomor hp Mbak Linda?"
 "Oh iya, kenapa nggak telpon Linda aja,"

PLAAAAAAKKKKK
rasanya kayak digampar pake tali tambang yg udah sering digantungin jangkar perahu selama 10 tahun.
dan entah gimana, akhirnya bisa nyampe juga di tempat yang tadinya bolak-balik kita puterin di saat semobil pada berantem soal alamat Mbak Linda.

lalu? kemanakah keponakanku yg unyu-unyu mirip sama Cakka itu? dari ruang tamu setelah meneguk minuman hingga lega, ku berjalan menuju depan pintu kamarnya. di pintu itu tertempel jadwal pertandingan piala eropa lengkap dengan skema klasemen. tiap ada pertandingan tak pernah ia lewatkan hingga final. yah, sebagai salah satu pemain Arema Junior, ia sangat setia menonton setiap pertandingan hingga usai. hhmmmm.. cool

kubuka kenok pintu kamarnya dan kutemukan ia sedang menatap lekat layar monitor laptopnya sambil nyengir-nyengir. aku bisa membaca wajahnya. sebagai remaja 17 tahun, hal itu adalah wajar...

"hayoooo, senyum-senyum sendiri!!!" tegurku sambil mengagetkannya dengan terjun ke ranjangnya ala altet lompat indah.
"Lho? kakak disini? kapan nyampenya?" tanyanya terkejut sambil menutup laptopnya.
"Ahahahahaha, sudahlah, nggak usah malu-malu, kuciiinngggg" godaku bak tante centil mencari brondong segar.
"Awet?"
"Iyalah, kan pake formalin.." jawabnya bangga.
"Cari bakso yuk, dingin nih.."
"Eeeeee... kakak kesini sama siapa?"
"Sama mama, adek, adek sepupu, kakak sepupu, kakak sepupu angkat, keponakan serta ipar" jawabku lengkap, tahu tek telor istimewa.
"Aah, enggak ah kak.." "enggak apanya?" "Aku males keluar kamar kalo ada orang itu. berisik!" "kamu pikir tadi aku berjam-jam di mobil nggak budeg?" "makanya aku males keluar kamar" "terus kita nggak main?" "main kemana?" "keliling kompleks" "jangan, nanti kita dikira pacaran" "nggak bakaaalll" "enggak aaahh" "percuma dong aku kesini kalo nggak main" "besok-besok kakak kesini lagi sendirian, baru main"

betapapun anda bingung membacanya, saya mengerti. semoga di dekat anda banyak tiang.
singkatnya kita nggak jadi main. dia males main kalo rame-rame begitu. tapi memang benar, kalo kami lagi jalan berdua, dikiranya orang pacaran. padahal kami hanyalah seekor tante dan segumpal daging keponakan. alhasil, dia nggak mau keluar kamar dan akupun sungkan ada di dalam kamarnya terus-terusan. dan akhirnya akupun lebih tertarik melihat bantal-bantal unyu di ruang tengah.

balik pulang. di Lawang (salah satu kecamatan di daerah malang) kalo menjelang maghrib, macetnya minta ampun ciiiinnn.. di situ ada pasar. itu pasar lebih rame kalo malem, tapi bukan pasar malem. produk yg dijual yah seperti pasar pada umumnya, tapi harganya itu looohhh MURAH MERIAH!!!!
sebagai ibu rumah tangga yang baik (serta mata melotot ketika melihat harga miring) langsung deh, serbuuuuuuuu... sedangkan aku dan sepupu-sepupuku tinggal diam di mobil.

lalu, seseorang mengirim sms...
"nyampe mana?"
"nyampe lawang, bukakno!"
"hah? ngarep omah?"
"delok wes..."

*bukan etnis jawa? tanyakan pada teman anda yg etnis jawa atau mengerti bahasa jawa