"banyak diburu, hilal terancam punah"
ini kalimat ter-absurd yang aku dapat dari si tuyul kecil, Amsyah (view dualimapuluhpagi.blogspot.com to know him more). emang apaan?
ini mau ptasa aja ribet banget ya? emang sih, harus lihat hilal dulu. aku sih kurang tahu pasti tentang cara penghitungan awal ramadhan ini. pokoknya pas matahari tenggelam, harus keliatan hilal atau bayangan bulan sabit.
dan sampe usai maghrib pun, sidang isbat masih belom kelar juga. masyarakat pada galau nih, saudara-saudara. malam ini tarawih atau enggak?
disini aku nggak mau ngebicarain perbedaan yang ada di Islam. Islam is one. tapi ya kalaupun ada perbedaan, kenapa harus diperdebatkan? kita jalani saja sesuai keyakinan masing-masing. untuk kasus ini, aku dan keluarga serta para tetangga puasa di tanggal 20 juli, hari jumat. sebagian warga kota pun ada yang puasa tanggal 21 atau hari sabtu (don't forget this, it will be naufal's birthday ;p)
karena jumatnya mau puasa, maka malam jumatnya tarawih, pemirsaaahh..
karena rumahku tepat berada di timur masjid, tinggal menapak selangkah aja udah nyampe masjid. ahahaha :D
alhamdulillah, lumayan khusuk sholatnya. meskipun ada 2 kurcaci aneh yang ribut sendiri, ketawa-ketiwi di tengah-tengah sholat. ganggu orang sholat aja --a
usai tarawih, pas mau pulang nih, eh kok kayak liat seseorang yang ngga asing banget buat mataku.
"kayak miss Ika, deh.." *dengan mata terpicingkan karena ngga pake kacamata
tanpa disangka, perempuan yang masih memakai mukenanya itu menyapaku..
"Hey, is it you?"
"Oh, yes mam... you're praying here too?"
"Yeah. well, where is your house? is it not too far from here?"
"yes, mam. look at your right, that's my house"
"that house?????????" tanya miss Ika super duper heran.
"Yes, mam. what's wrong?"
"so we're a neighbour, right?"
"neighbour? where's your house?"
"my house is at left of warung barokah"
"Heeeeeee???? it means that you're Mr. Ngatman's daughter??"
"aha"
"Rio's sister?"
"absolutely..."
"......" *mukaku pun rata
"how long you've been live here?" lanjut miss ika
"since i was born, i guess..."
"......." *miss Ika dengan muka pertanda ngomong 'really???'
fyi, percakapan ini diiringi dua ekspresi wajah yang aneh. miss Ika dengan tampang guru yang masih keheranan, dan aku dengan tampang murid yang mendadak tolol..
ternyata selama belasan taun tetanggaan (mungkin lebih tepatnya udah puluhan tahun, kalo tetanggaan sama papa yang udah tinggal di rumah ini selama 50 tahun, lebih-lebih buyut.. ini rumah usianya udah lebih dr 100 tahun..) kami nggak pernah nyadar kalo selama ini kami tetanggaan. apalagi sampe-sampe jadi guru-murid di sekolah. mungkin karena dulunya miss Ika sibuk kuliah, dan aku pun jarang banget sosialisasi sama tetangga berkat tugas sekolah yang numpuk ajegile itu...
keep communicate to your neighbours, guys...
No comments:
Post a Comment