Sunday, 8 July 2012

Buka Pintu, Sayaaaaaanggggg

Innalillahi wa innailaihi rojiun...
telah meninggal dunia dosen besar Universitas Brawijaya, dr. Muhammad Hanafi, MPH.
emang sih aku belum kuliah, lebih-lebih di UB, tapi aku masih ada  relasi keluarga lah sama beliau. meninggal karena sakit batu empedu. yah, semoga amal ibadah beliau bisa diterima di sisi Allah. amiiiinnn :)

usai ta'ziah, sekeluarga mencoba mencari (kembali) rumah sepupuku, Mbak Linda yang berdomisili di Pondok Blimbing Indah, Malang. ngiterin dari blok A sampe G tak ujung kami temukan rumah Mbak Linda tersebut. yang kulihat di kanan kiri hanyalah rumah-rumah mewah bak istana Barbie (bahkan ada rumah yang benar-benar mirip istana Barbie).





 "sepertinya blok F"
"bukan, seingetku blok C"
"kalo blok C berarti harus balik ke bundaran depan tadi ya?"
"Iyalah, puter ke kanan"
"itu kan ke blok G"
"blok G itu kan blok paling belakang"
"enggak, bloknya muter"
"muter gimana?"
"DIAAAAAAAAAAMMMMMMMM!!!!!" teriakku. seisi mobil pun diam.
"Siapa disini yg punya nomor hp Mbak Linda?"
 "Oh iya, kenapa nggak telpon Linda aja,"

PLAAAAAAKKKKK
rasanya kayak digampar pake tali tambang yg udah sering digantungin jangkar perahu selama 10 tahun.
dan entah gimana, akhirnya bisa nyampe juga di tempat yang tadinya bolak-balik kita puterin di saat semobil pada berantem soal alamat Mbak Linda.

lalu? kemanakah keponakanku yg unyu-unyu mirip sama Cakka itu? dari ruang tamu setelah meneguk minuman hingga lega, ku berjalan menuju depan pintu kamarnya. di pintu itu tertempel jadwal pertandingan piala eropa lengkap dengan skema klasemen. tiap ada pertandingan tak pernah ia lewatkan hingga final. yah, sebagai salah satu pemain Arema Junior, ia sangat setia menonton setiap pertandingan hingga usai. hhmmmm.. cool

kubuka kenok pintu kamarnya dan kutemukan ia sedang menatap lekat layar monitor laptopnya sambil nyengir-nyengir. aku bisa membaca wajahnya. sebagai remaja 17 tahun, hal itu adalah wajar...

"hayoooo, senyum-senyum sendiri!!!" tegurku sambil mengagetkannya dengan terjun ke ranjangnya ala altet lompat indah.
"Lho? kakak disini? kapan nyampenya?" tanyanya terkejut sambil menutup laptopnya.
"Ahahahahaha, sudahlah, nggak usah malu-malu, kuciiinngggg" godaku bak tante centil mencari brondong segar.
"Awet?"
"Iyalah, kan pake formalin.." jawabnya bangga.
"Cari bakso yuk, dingin nih.."
"Eeeeee... kakak kesini sama siapa?"
"Sama mama, adek, adek sepupu, kakak sepupu, kakak sepupu angkat, keponakan serta ipar" jawabku lengkap, tahu tek telor istimewa.
"Aah, enggak ah kak.." "enggak apanya?" "Aku males keluar kamar kalo ada orang itu. berisik!" "kamu pikir tadi aku berjam-jam di mobil nggak budeg?" "makanya aku males keluar kamar" "terus kita nggak main?" "main kemana?" "keliling kompleks" "jangan, nanti kita dikira pacaran" "nggak bakaaalll" "enggak aaahh" "percuma dong aku kesini kalo nggak main" "besok-besok kakak kesini lagi sendirian, baru main"

betapapun anda bingung membacanya, saya mengerti. semoga di dekat anda banyak tiang.
singkatnya kita nggak jadi main. dia males main kalo rame-rame begitu. tapi memang benar, kalo kami lagi jalan berdua, dikiranya orang pacaran. padahal kami hanyalah seekor tante dan segumpal daging keponakan. alhasil, dia nggak mau keluar kamar dan akupun sungkan ada di dalam kamarnya terus-terusan. dan akhirnya akupun lebih tertarik melihat bantal-bantal unyu di ruang tengah.

balik pulang. di Lawang (salah satu kecamatan di daerah malang) kalo menjelang maghrib, macetnya minta ampun ciiiinnn.. di situ ada pasar. itu pasar lebih rame kalo malem, tapi bukan pasar malem. produk yg dijual yah seperti pasar pada umumnya, tapi harganya itu looohhh MURAH MERIAH!!!!
sebagai ibu rumah tangga yang baik (serta mata melotot ketika melihat harga miring) langsung deh, serbuuuuuuuu... sedangkan aku dan sepupu-sepupuku tinggal diam di mobil.

lalu, seseorang mengirim sms...
"nyampe mana?"
"nyampe lawang, bukakno!"
"hah? ngarep omah?"
"delok wes..."

*bukan etnis jawa? tanyakan pada teman anda yg etnis jawa atau mengerti bahasa jawa


No comments:

Post a Comment