Tuesday, 6 November 2012

aku sudah marah

karena aku sudah terlanjur marah
terus mau apa? air panas sudah memenuhi kapasitas gelas kesabaranku. dari hari ke hari kau menuangkan berjuta kejutan aneh yang menimbulkan rasa kesal. apa yang kau torehkan sesungguhnya tak pernah kau lakukan.
lalu buat apa selama ini kau berkamuflase bersikap manis di hadapanku? buat apa? buat apa kau memanja kalau hanya untuk mengisi kekosongan kompanimu? memangnya kau anggap aku apa? semua bualanmu itu bullshit! berbulan aku bahagia dan kenapa baru sekarang kau tunjukkan busukmu walau diam-diam?
maaf, aku tidak sebodoh yang kau kira. aku juga manusia berperasaan. di tengah-tengah berbagai orasi yang mendesak sempit otakku, aku juga masih ingin merasakan bangaimana rasanya disayangi. tapi juga tak harus semu seperti itu!
buat apa aku bahagia lantaran semua kebohonganmu? mungkin secara tidak langsung kaupun tak sadar bahwa kau sudah sejauh ini tega padaku. karena yang kau pikirkan hanyalah dirimu sendiri. aku bukan pamrih, tapi sepertinya untaian lembut itu tak cukup untuk kau bayar peluhku.
aku juga tak ingin menjadi Miss Judge bagimu, karena sesungguhnya aku tak ada hak untuk itu. kaulah yang berhak menentukan jalanmu sendiri. tapi hanya saja aku tak ingin kau salah jalan.
kalau memang ingin kau akhiri, KATAKANLAH DI DEPAN MUKAKU!! APA SALAHNYA BERBICARA DI DEPAN MUKAKU TENTANG INGINMU???
aku takkan marah jika itu yang memang kau inginkan dan yang terbaik. aku juga pasti bisa bahagia dengan caraku sendiri, tanpa kamu!
aku tidak ingin cari masalah, dan aku tidak akan pergi dari masalah. aku ingin menyelesaikannya. hanya saja kau terus palingkan mukamu seakan kau tak tahu apa-apa atau memang kau sengaja menganggap tak terjadi apa-apa?

pentingkah aku buatmu? kalau aku memang tidak penting, KENAPA TAK SEDARI DULU KAU PERGI JAUH DARI KEHIDUPANKU???
kau telah menanamkan kasih sayang sedalam ini dan kau hendak mencabutnya tiba-tiba. kau pikir aku apa? makhluk semacam echinodermata?
kau datang hanya saat kau butuh. kalau bukan karena aku menyayangkanmu, sudah kuhempaskan kau di bawah tumpukan kewajibanku yang lain.

karena aku tak butuh pena dan jemarimu, aku butuh GERAKAN MULUTMU! kalau memang terlalu malu, ya sudah, aku tidak memaksa. aku memilih untuk pergi jauh dari hidupmu. kita kembalikan keadaan seperti semula. hanya sebatas profesionalitas. karena tak ada yang perlu kita bagi.
dan aku memulainya dari tulisan ini, karena kau memulainya dengan tulisanmu juga, dengan kamuflasemu! dasar manusia bermimikri!!!

No comments:

Post a Comment