Tuesday, 12 March 2013

aku ingin...

semua ini bukan karena dia
tapi karena perasaanku padanya
aku menyukainya
secara diam-diam
mengendap-endap
1 tahun 3 bulan lamanya
semua itu tanpa alasan
tapi aku tahu
aku sungguh menginginkannya
meskipun dalam hati aku tak ingin menghendaki
karena jelas mustahil terjadi
aku dan dia
bersama
hanyalah utopia

tepat 15 bulan perasaan ini mengganjal
ibarat air di dalam gelas
atau konsentrat air dalam tanah yang sudah jenuh
ingin kuungkapkan semuanya
tanpa harus memaksanya untuk menjawab
untuk sekedar menghilangkan segala keraguan
menghilangkan segala beban
bahwa aku menyukai apapun yang ada padanya
tanpa alasan
kurangnya, lebihnya, sekedarnya
aku suka
ikhlas

mungkin untuknya selama ini tiada arti
kebersamaan aku dan dia
hanyalah pengisi dimensi
bukan selingan atau penghentinya
aku gila
karenanya
tak pernah sebelumnya
aku menggeliat mencakar jiwaku
untuk seorang lelaki
tapi kali ini
aku yakin
kaulah yang aku ingin
aku ingin
aku ingin
'aku ingin kamu inginkan aku'

aku sungguh inginkan kamu
tak lebih dari sekedar 'kamu'
seonggok daging yang seadanya 'kamu'
karena yang kumau hanyalah 'kamu'
bukan apa-apa yang menjadi milikmu
hanya kamu

aku hanya manusia
yang ingin mengatakan
aku suka kamu
aku sayang kamu
aku cinta kamu
bukan sekedar bualan anak SMA
tapi aku beranjak dewasa
aku mulai mengenal perasaan yang tergugah
yang kubangun
yang diciptakan
untuk memahami kamu
aku teguhkan keyakinan
untuk mengharapmu
menjadikan kamu sebagai imamku
dengan beberapa kenangan kebersamaan kita
saat kita sama-sama bersimpuh di hadapan Tuhan
saat kamu memimpin sholatku
saat aku menatap rambutmu di ujung salam keduaku
aku mengharapmu

kalau semua ini hanya kata-kata sajak puitis
bagimu
tak akan ada apalah
aku memang manusia
yang ingin mengatakan
aku suka kamu
aku sayang kamu
aku cinta kamu
kutepis segala rayuan masa laluku
demi kamu
karena aku tergila-gila
akan kamu
kamu apa adanya kamu

aku bukanlah gadis idaman
cantik menawan
pintar lagi menyenangkan
tapi aku punya perasaan
sebagian untuk kau seorang
lelaki yang kudambakan

kini semua sudah aku utarakan
meski aku tak tahu kau meniliknya atau tidak
karena aku terlalu takut
untuk berbicara di depan mukamu
tentang semua ini
dan kamu menjadi risih
kemudian menjauh
sementara sebentar lagi aku akan jauh
hanya sekedar kata-kata cintaku akan kutinggalkan
di tempat ini
dimana kita berkenalan
tahu satu sama lain
hingga cinta ini mekar di hatiku
untuk kamu
sungguh
dengan segala kerendahan hati
aku
mencintaimu
dengan caraku
yang seperti ini saja
dan terimakasih
kau pernah beriku bahagia
walau aku tak tahu
apalah arti perlakuanmu untukku bagimu
karena yang aku tahu
hanyalah
aku mencintaimu
yang apa adanya kamu

No comments:

Post a Comment