Saturday, 24 January 2015

Aku yang (sudah) Bosan

24 Januari 2015, 16:30

Aku masih duduk manis di depan komputer, tepatnya di meja kerjaku. Sambil menunggu jam pulang (padahal meja masih berserakan akan kertas-kertas laporan yang berhasil membuatku pusing), aku beranjak berselancar untuk ngeblog (secara colongan).

Sabtu, akhir pekan ini alhamdulillah kulalui dengan baik. Sangat minim masalah. Sungguh hati ini seakan tak berhenti bersyukur. Karena hari-hari sebelumnya dalam minggu membuat kepalaku terasa berat akan beban-beban pekerjaan yang harus aku selesaikan.

Iseng-iseng buka twitter, masih saja kutemukan beberapa twit teman-temanku (yang tak mau kusebutkan namanya) masih saja merutuki kisah cintanya yang tragis dari berbagai sisi. Entah harus merasa geli atau bagaimana, aku hanya menggelengkan kepala.

Aku masih ingat saat aku merasakan ada mendung kelabu di hatiku, kala itu. Aku tidak bisa menyebutnya jatuh cinta. Karena ia masih belum bisa membuatku menangis tersedu-sedu hingga menghabiskan stock tissue di rumah maupun di meja kerjaku. Aku merasa ini adalah perasaan sesaat yang menimbulkan kehampaan lagi. Tidak seperti saat aku masih SMA, kuakui kala itu aku sedang jatuh cinta. Tapi yang ini tidak.

Tiba-tiba di kepalaku seperti ada banyak malaikat kecil bersayap mungil memberikan kesejukan. Sebuah pencerahan dari Yang Maha Kuasa, bahwa ternyata definisi cinta tidak sesempit mencintai seorang laki-laki dan berkeinginan untuk memilikinya. Cinta itu alangkah luas jangkauan pembahasannya. Dan sangat tidak mungkin aku jabarkan disini, mengingat jam pulang kerja akan tiba dalam waktu 22 menit lagi.

Aku sampai menyadari, ternyata hatiku memang sangat keras. Sulit untuk dilunakkan. Bagaikan daging sapi yang dimasukkan ke dalam freezer. Direbus dalam air panas selama sejam pun, belum tentu menjadi lunak. Aku perlu air nanas. Tapi aku belum menemukan siapakah si air nanas itu.

Yah, kalau saja sewaktu SMA cintaku tak bertepuk sebelah tangan, mungkin dialah air nanasnya.
Tapi sudahlah, lupakan... Aku sudah melangkah maju.

Aku sudah tidak ingin lagi. Tidak lagi. Tidak ingin lagi menyiksa diri sendiri dengan perasaan yang tidak jelas asal-usulnya, tidak jelas penggambarannya, tidak jelas mau dibawa kemana. Aku sudah terlalu kasian pada diriku sendiri yang selama ini ternyata pun juga menyiksa orang lain..

"Kamu ini PHP. Tingkah laku seperti suka, tapi hanya kamu bawa sampai tingkat pertemanan saja; friend zone!"

Ketika aku merasa kebingungan dan tersiksa, ternyata ada satu kunci untuk menyelesaikannya; BATASI!
Dengan memberikan batas, aku tahu, sampai kemana saja aku harus memikirkannya. Dan itu pula yang membawaku pada batas kewajaran sehingga aku tidak lagi kelihatan edan.

"Mbak, anake sampeyan kuwi ra dilamar a karo wong lanang, sopoooo ngunu? (Mbak, anak kamu itu nggak dilamar seorang lelaki, siapaaaa gitu?)" tanya seorang teman Mamaku.
"Duh, anakku kuwi ra arep lanangan. Ra mikiri lanang blas! (Duh, anakku itu nggak mau pacaran. Nggak mikirin cowok sama sekali!)" jawab Mamaku.

Sebenarnya tidak seburuk itu.....

Aku hanya belum menemukan air nanas yang tepat.
Dan bukan berarti aku menutup pintu hati. Tapi untuk saat ini, apa ya?

Ah, nanti saja. Pekerjaanku masih numpuk, tiap hari diomelin atasan, pusing dengan report-report yang masih banyak tidak karuannya, revisi ini itu, update report tiap minggu, 10 jam di depan komputer dan bla bla bla.
Semoga saja umur ini panjang... Aamiin..

1 comment:

  1. 8 Casino Las Vegas Blvd S - Mapyro
    Find 8 Casino Las Vegas Blvd S location in Las Vegas, NV. See map and reviews. 고양 출장마사지 This is 당진 출장안마 not your usual casino in 광주 출장샵 Las 동해 출장안마 Vegas. Try out 영천 출장마사지 some of our casino games,

    ReplyDelete