ungkapan hati saya.....
ayah saya adalah tipikal ayah yang sangat bijak dan sangat menyayangi keluarganya.
sangat bertanggung jawab dan selalu menjaga seluruh anggota keluarga.
memang ayah sering sakit, namun hal tersebut tak pernah menciutkan niatnya untuk selalu menjaga kami
kurang lebih 2 setengah bulan ayah sakit keras. dan di saat itulah kami merasa bahwa itulah giliran kami untuk menjaga dan merawat ayah. itulah bentuk rasa terimakasih kami pada ayah yang selama ini telah benar2 bertanggung jawab untuk menjaga keluarga.
namun Tuhan berkehendak lain. Tuhan menginginkan ayah berada di sisi-Nya pada hari sabtu, 2 juli 2011.
saya dan keluarga harus kehilangan sosok imam yang baik dan bijak tersebut.
namun yang amat saya sedihkan adalah... tidak akan ada lagi yang bisa melindungi saya sebagaimana ayah yang benar2 over protect terhadap saya.
ayah yang selalu mengelus punggung saya seusai mengantarkan saya ke sekolah.
ayah yang gemar bersih2 rumah
dan ayah yang giat untuk memperluas ilmu agama dan menyalurkannya kepada banyak orang.
dan saya sudah memprediksi akan kehidupan saya setelah kepergian ayah.
sifat dan sikap saya pasti sedikit berubah. bisa jadi saya berubah menjadi lebih pendiam dan dingin.
bisa jadi saya berubah menjadi gadis yang lebih suka menyendiri.
bisa jadi saya berubah menjadi gadis yang keras.
tapi semua itu atas berlatarbelakangkan : SAYA INGIN MEMAHAMI DAN MELINDUNGI DIRI SAYA SENDIRI
karena saya tahu persis, tidak ada yang bisa memahami dan melindungi saya sebagaimana yang ayah lakukan terhadap saya. meskipun sebenarnya banyak orang yang ada di belakang saya dan siap membantu saya kapanpun saya membutuhkan mereka. tapi saya ingin mandiri. saya ingin menerapkan apa yang telah ayah ajarkan kepada saya semasa hidupnya dan itu benar2 menyatu dengan ideologi-ideologi yang selama ini saya anut. ya, SAYA SEPAHAM DENGAN AYAH SAYA
maka dari itu, sebelumnya saya memohon maaf pada semuanya.
jika nanti saya berubah menjadi dingin, pendiam, keras, lebih tegas dari sebelumnya.
karena semua itu semata2 saya ingin melidungi diri saya sendiri.
*memang terbesit di pikiran saya, mengapa saya tidak mempunyai pacar saja?
tidak! saya belum siap dengan hal itu. saya masih kapok, memotong rambut saya sendiri gara2 stress memikirkan kepedihan yang saya rasakan dari orang yang saya sukai itu. dan hati saya masih diselimuti duka.
saya menginginkan pacar yang bukan sekedar melindungi saya, tapi memahami apa yang saya mau. cukup itu saja. dan itu bukan untuk sekarang. untuk nanti. entah kapan......
selamat jalan, ayah. cinta dan doaku selalu menyertai perjalananmu menuju surga-Nya.
ayah saya adalah tipikal ayah yang sangat bijak dan sangat menyayangi keluarganya.
sangat bertanggung jawab dan selalu menjaga seluruh anggota keluarga.
memang ayah sering sakit, namun hal tersebut tak pernah menciutkan niatnya untuk selalu menjaga kami
kurang lebih 2 setengah bulan ayah sakit keras. dan di saat itulah kami merasa bahwa itulah giliran kami untuk menjaga dan merawat ayah. itulah bentuk rasa terimakasih kami pada ayah yang selama ini telah benar2 bertanggung jawab untuk menjaga keluarga.
namun Tuhan berkehendak lain. Tuhan menginginkan ayah berada di sisi-Nya pada hari sabtu, 2 juli 2011.
saya dan keluarga harus kehilangan sosok imam yang baik dan bijak tersebut.
namun yang amat saya sedihkan adalah... tidak akan ada lagi yang bisa melindungi saya sebagaimana ayah yang benar2 over protect terhadap saya.
ayah yang selalu mengelus punggung saya seusai mengantarkan saya ke sekolah.
ayah yang gemar bersih2 rumah
dan ayah yang giat untuk memperluas ilmu agama dan menyalurkannya kepada banyak orang.
dan saya sudah memprediksi akan kehidupan saya setelah kepergian ayah.
sifat dan sikap saya pasti sedikit berubah. bisa jadi saya berubah menjadi lebih pendiam dan dingin.
bisa jadi saya berubah menjadi gadis yang lebih suka menyendiri.
bisa jadi saya berubah menjadi gadis yang keras.
tapi semua itu atas berlatarbelakangkan : SAYA INGIN MEMAHAMI DAN MELINDUNGI DIRI SAYA SENDIRI
karena saya tahu persis, tidak ada yang bisa memahami dan melindungi saya sebagaimana yang ayah lakukan terhadap saya. meskipun sebenarnya banyak orang yang ada di belakang saya dan siap membantu saya kapanpun saya membutuhkan mereka. tapi saya ingin mandiri. saya ingin menerapkan apa yang telah ayah ajarkan kepada saya semasa hidupnya dan itu benar2 menyatu dengan ideologi-ideologi yang selama ini saya anut. ya, SAYA SEPAHAM DENGAN AYAH SAYA
maka dari itu, sebelumnya saya memohon maaf pada semuanya.
jika nanti saya berubah menjadi dingin, pendiam, keras, lebih tegas dari sebelumnya.
karena semua itu semata2 saya ingin melidungi diri saya sendiri.
*memang terbesit di pikiran saya, mengapa saya tidak mempunyai pacar saja?
tidak! saya belum siap dengan hal itu. saya masih kapok, memotong rambut saya sendiri gara2 stress memikirkan kepedihan yang saya rasakan dari orang yang saya sukai itu. dan hati saya masih diselimuti duka.
saya menginginkan pacar yang bukan sekedar melindungi saya, tapi memahami apa yang saya mau. cukup itu saja. dan itu bukan untuk sekarang. untuk nanti. entah kapan......
selamat jalan, ayah. cinta dan doaku selalu menyertai perjalananmu menuju surga-Nya.
No comments:
Post a Comment