Sunday, 21 August 2011

fajar menjadi pagi

seberapa keras kehidupan ini
menerjang dan menusuk relung hati terdalam
menyiksa batin yang suci
bertahan sekeras karang yang tertempa ombak
membiarkan diri terbenam pasir
nadi membeku ketika dicaci

aliran air mata tak akan cukup menggambarkan
betapa berat roda ini berputar
kata-kata yang telah basi termakan usia
menyelak dalam budaya manusia
tak lagi jadi panutan
yang bisa menjadi jembatan kehidupan
dan bukan pembatas jurang terjam

sungai masih mengalir dengan derasnya
namun disini bukanlah riwayat yang mudah
dan ketika kuncup kuncup telah merekah
di situlah kebahagiaan ditemukan
sekedar mengintip keharmonisan warnanya
menarik kumbang pada kelopak

maka, langkah-langkah kecil ini
pasti mampu membawaku ke dunia yang abadi
dimana semua pasti terbukti
hati ini sungguh suci
menanti datangnya mati
dengan segala doa yang mengiringi
hingga fajar menjadi pagi

No comments:

Post a Comment