tiga huruf yang kala ini menjadi momok menyeramkan bagiku. karena apa? nasib belajarku selama 3 tahun akan dipertaruhkan selama 12 jam untuk 6 mata pelajaran, bahasa Indonesia, Sosiologi, bahasa Inggris, Geografi, Ekonomi-akuntansi, dan mateMATIka.
tadi pas uji coba UAN (try out) matematika, hasilnya ampun. selama 1 jam, dari 40 soal, hanya 15 soal yang bisa kukerjakan sendiri. sisanya kudiamkan selama 10 menit. kusesali jua 10 menit terbuang itu karena ternyata ada beberapa soal yang bisa kukerjakan tanpa menghitung secara rumit aliyas nalar.
aku langsung merasa menjadi siswa terbodoh di kelas. yang bisa kukerjakan dalam hitungan detik hanyalah materi yang paling kusuka dan nilainya tidak remidi, yakni LOGIKA.
yang jaga lumayan enak. di jadwal penjaga sih beberapa hari lalu aku lihatnya sang guru fisika yang cantik, Bu Issy. eh ternyata kok yang masuk ruang 10 malah pak Bahul ya? anak-anak sueneng banget tuh dijaga pak Bahul. ehehehehe
ternyata, yang jaga nggak cuman 1 orang, masih ada guru sosiologi yang kocak, Pak Wafi namanya..
ngelihat aku garuk-garuk kepala yang sama sekali nggak gatal, pak wafi ngelihat aku heran.
"susah?"
"banget lah, pak.." jawabku dengan wajah memelas.
kemudian pak wafi mendekat, "Eh, nomer hp kamu itu yang 9191 itu kan?"
eh, kenapa malah tanyain nomer hapeku?
"eeeee iya pak. emangnya kenapa ya pak?"
"kamu pernah terima telepon yang bilang 'mama mama' itu nggak?"
"Iya pak, sekitar 2 hari yang lalu. nomor asing, pak. terus saya sms, kalo saya bukan istri dia, saya masih sekolah. gitu pak. kok pak wafi tau?"
"itu saya..." *krik krik krik
"saya salah ketik nama waktu saya minta nomor hp kamu buat observasi sosiologi sebelum saya ke Filipina waktu itu. saya ketik nama istri saya..."
"astagaaaaa.. maaf pak, saya nggak nyimpen nomernya pak Wafi. lagipula saya pangling sama suara pak wafi di telepon.." jawabku sambil pasang muka malu.
"sama waktu itu lagi, yang saya tanya nomornya Albus.."
*krik krik krik... langsung ngerasa nggak sopan banget sama pak Wafi --a
kenapa? soalnya waktu itu ada sms begini, "nomernya Albus berapa?"
kukira itu nomor asing yang pengen kenalan dengan modus sms nyasar. kujawab iseng aja, "Albus? Albus Dumbledore? kan udah mati di Harry Potter ke-6"
***

"Saya saja sampai heran, ini mama gimana sih? tanya serius kok jawabnya begini? waktu saya cek lagi di hp saya yang satunya, ternyata nomor yang saya telpon itu nomormu.." cerita pak wafi sambil ketawa.
*glek
karena percakapan itu, tanpa kusadari waktu mengerjakan soal kurang 15 menit lagi dan akupun kebingungan toleh kanan belakang minta tolong.
No comments:
Post a Comment