Thursday, 18 July 2013

Menangis karena Tersenyum

Apa yang tidak boleh kukagumi darimu? Mungkin kebanyakan orang boleh menilaimu sebelah mata. Mungkin ada secuil dari perasaanmu merasa bahwa kamu bukanlah orang yang harus dikagumi. Aku ingin bertanya padamu, bisakah kamu sebutkan cacatmu? Siapa yang harus kamu salahkan atas cacatmu?

Kamu tidak menyadari akan perubahan, kemajuan, progres, perkembangan atas semua yang ada dalam dirimu. Potensi yang mungkin tidak semua orang punya. Apapun yang telah dianugerahkan pada kita sebagai makhluk Tuhan, tidak akan ada yang sia-sia. Sekalipun ada cacat, Tuhan pasti menyelipkan kelebihan yang mana orang lain tidak memilikinya.

Kamu hebat. Kamu bisa berubah sedemikian rupa, itu membanggakan. Kalau saja orang tuamu memahami, mereka pasti bangga dengan segala yang telah kamu lakukan. Membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Terlebih aku yang sedari dulu memperhatikan kamu. Dari pertama menjabat tanganmu sampai akhirnya lama sekali aku tidak melihat batang hidungmu secara langsung. Semua itu sangat luar biasa.

Aku jadi ingat saat kita tertawa bersama di ujung senja. Aku dan kamu terkekeh. Di saat itu juga, dalam hati aku berbicara, 'Aku tahu, kamu adalah orang hebat,'. Mulai saat itu juga aku selalu memanjatkan doa untukmu. Aku yakin, hanya Tuhan yang tahu apa pintaku. Tapi setidaknya, Ia tak enggan memberikanmu kejernihan hati dan pikiran sehingga kamu bisa menyelesaikan tugas-tugasmu dengan baik. Itu saja.

Aku tersenyum. Melihatmu yang kini mulai angkat dagu. Pergaulanmu pun semakin luas. Prestasimu semakin menjulang. Hasil kerjamu memuaskan. Hingga tanpa sadar, aku menangis.

Aku tahu, aku hanya seorang pengecut yang bersembunyi di balik topeng wajah cuekku. Berusaha menutupi ekspresi kagumku tiap berhadapan denganmu. Aku berusaha sebisa mungkin menghindar darimu. Karena aku tahu, kau harus fokus untuk mengejar semua mimpimu. Aku tahan berbulan-bulan, hingga menjelang 2 tahun. Aku tidak ingin menghancurkan mimpi indahmu. Aku sangat senang dengan progresmu. Aku bangga. Kau bukan laku-laki biasa. Aku suka :')

No comments:

Post a Comment