wohohohohoho selamat tahun baru Islam wohohohohohoho
semoga selama setahun belakang kemarin, Allah memberkati semua apa yang aku lakukan. dan semoga setahun ke depannya, aku tidak lagi melakukan hal-hal bodoh yang bisa merugikan diriku sendiri, salah satunya adalah FRONTAL.
hahaha, belakangan ini otak emang lagi error. mikirin ini, mikirin itu, dan segala macam hal penting yang tidak mungkin aku lewatkan. saking 'sumpek'nya otakku ini, seringkali jadinya aku badmood nggak jelas. marah ke ini, marah ke itu, sewot sini sewot situ. belum lagi kalo lagi PMS. mungkin amarahku bisa lebih parah...
eh, btw kita tilik kembali yuk postinganku yang 'aku sudah marah'
eh, ada yang salah paham lhooo wakakakakaakak
di sms sih kurang lebih kayak gini, "jujur, aku sakit hati dibilang gitu. mbak ngelampiaskan semuanya di postingan itu. mbak kok tega sih? aku ndak gitu"
yang ngomongin tentang kamu siapa cobaaaaaaaaaa?????
mungkin inilah salah satu efek negatif dari FRONTAL. bisa ngebikin orang lain jadi nethink. yah, beribu-ribu maaf deh kalau ada yang salah paham dengan postinganku. mihihihihihi
tapi setelah aku pikir-pikir, kalo kita baca sesuatu yang rasanya ditujukan buat kita, mending kita jangan keburu marah, konfirmasi dulu, bener apa nggak bahwa wacana itu buat kita. kalaupun nggak ngerasa, ya bisa dibikin pelajaran, bahwa jangan sampai kita melakukan hal buruk yang tidak diinginkan oleh si penulis. secara nggak langsung, yaaaahhh introspeksi lah. karena kita juga kadang nggak tahu apa kesalahan kita yang membuat orang-orang terdekat kita jadi menjauh.
buat yang kemaren keburu marah, (sek sek, ngakak sek ya.. wakakakakakakakakakakakak) maaf ya udah ngebikin nethink. udah pasti kok, kalo ada masalah, langsung aku omongkan biar cepat selesai :)
at least, keep watermelon buat osis Ventwell smasa. udah H-2 minggu nih! dan akupun perlahan jadi rambak yang siap digoreng -_-
Wednesday, 14 November 2012
Tuesday, 6 November 2012
aku sudah marah
karena aku sudah terlanjur marah
terus mau apa? air panas sudah memenuhi kapasitas gelas kesabaranku. dari hari ke hari kau menuangkan berjuta kejutan aneh yang menimbulkan rasa kesal. apa yang kau torehkan sesungguhnya tak pernah kau lakukan.
lalu buat apa selama ini kau berkamuflase bersikap manis di hadapanku? buat apa? buat apa kau memanja kalau hanya untuk mengisi kekosongan kompanimu? memangnya kau anggap aku apa? semua bualanmu itu bullshit! berbulan aku bahagia dan kenapa baru sekarang kau tunjukkan busukmu walau diam-diam?
maaf, aku tidak sebodoh yang kau kira. aku juga manusia berperasaan. di tengah-tengah berbagai orasi yang mendesak sempit otakku, aku juga masih ingin merasakan bangaimana rasanya disayangi. tapi juga tak harus semu seperti itu!
buat apa aku bahagia lantaran semua kebohonganmu? mungkin secara tidak langsung kaupun tak sadar bahwa kau sudah sejauh ini tega padaku. karena yang kau pikirkan hanyalah dirimu sendiri. aku bukan pamrih, tapi sepertinya untaian lembut itu tak cukup untuk kau bayar peluhku.
aku juga tak ingin menjadi Miss Judge bagimu, karena sesungguhnya aku tak ada hak untuk itu. kaulah yang berhak menentukan jalanmu sendiri. tapi hanya saja aku tak ingin kau salah jalan.
kalau memang ingin kau akhiri, KATAKANLAH DI DEPAN MUKAKU!! APA SALAHNYA BERBICARA DI DEPAN MUKAKU TENTANG INGINMU???
aku takkan marah jika itu yang memang kau inginkan dan yang terbaik. aku juga pasti bisa bahagia dengan caraku sendiri, tanpa kamu!
aku tidak ingin cari masalah, dan aku tidak akan pergi dari masalah. aku ingin menyelesaikannya. hanya saja kau terus palingkan mukamu seakan kau tak tahu apa-apa atau memang kau sengaja menganggap tak terjadi apa-apa?
pentingkah aku buatmu? kalau aku memang tidak penting, KENAPA TAK SEDARI DULU KAU PERGI JAUH DARI KEHIDUPANKU???
kau telah menanamkan kasih sayang sedalam ini dan kau hendak mencabutnya tiba-tiba. kau pikir aku apa? makhluk semacam echinodermata?
kau datang hanya saat kau butuh. kalau bukan karena aku menyayangkanmu, sudah kuhempaskan kau di bawah tumpukan kewajibanku yang lain.
karena aku tak butuh pena dan jemarimu, aku butuh GERAKAN MULUTMU! kalau memang terlalu malu, ya sudah, aku tidak memaksa. aku memilih untuk pergi jauh dari hidupmu. kita kembalikan keadaan seperti semula. hanya sebatas profesionalitas. karena tak ada yang perlu kita bagi.
dan aku memulainya dari tulisan ini, karena kau memulainya dengan tulisanmu juga, dengan kamuflasemu! dasar manusia bermimikri!!!
terus mau apa? air panas sudah memenuhi kapasitas gelas kesabaranku. dari hari ke hari kau menuangkan berjuta kejutan aneh yang menimbulkan rasa kesal. apa yang kau torehkan sesungguhnya tak pernah kau lakukan.
lalu buat apa selama ini kau berkamuflase bersikap manis di hadapanku? buat apa? buat apa kau memanja kalau hanya untuk mengisi kekosongan kompanimu? memangnya kau anggap aku apa? semua bualanmu itu bullshit! berbulan aku bahagia dan kenapa baru sekarang kau tunjukkan busukmu walau diam-diam?
maaf, aku tidak sebodoh yang kau kira. aku juga manusia berperasaan. di tengah-tengah berbagai orasi yang mendesak sempit otakku, aku juga masih ingin merasakan bangaimana rasanya disayangi. tapi juga tak harus semu seperti itu!
buat apa aku bahagia lantaran semua kebohonganmu? mungkin secara tidak langsung kaupun tak sadar bahwa kau sudah sejauh ini tega padaku. karena yang kau pikirkan hanyalah dirimu sendiri. aku bukan pamrih, tapi sepertinya untaian lembut itu tak cukup untuk kau bayar peluhku.
aku juga tak ingin menjadi Miss Judge bagimu, karena sesungguhnya aku tak ada hak untuk itu. kaulah yang berhak menentukan jalanmu sendiri. tapi hanya saja aku tak ingin kau salah jalan.
kalau memang ingin kau akhiri, KATAKANLAH DI DEPAN MUKAKU!! APA SALAHNYA BERBICARA DI DEPAN MUKAKU TENTANG INGINMU???
aku takkan marah jika itu yang memang kau inginkan dan yang terbaik. aku juga pasti bisa bahagia dengan caraku sendiri, tanpa kamu!
aku tidak ingin cari masalah, dan aku tidak akan pergi dari masalah. aku ingin menyelesaikannya. hanya saja kau terus palingkan mukamu seakan kau tak tahu apa-apa atau memang kau sengaja menganggap tak terjadi apa-apa?
pentingkah aku buatmu? kalau aku memang tidak penting, KENAPA TAK SEDARI DULU KAU PERGI JAUH DARI KEHIDUPANKU???
kau telah menanamkan kasih sayang sedalam ini dan kau hendak mencabutnya tiba-tiba. kau pikir aku apa? makhluk semacam echinodermata?
kau datang hanya saat kau butuh. kalau bukan karena aku menyayangkanmu, sudah kuhempaskan kau di bawah tumpukan kewajibanku yang lain.
karena aku tak butuh pena dan jemarimu, aku butuh GERAKAN MULUTMU! kalau memang terlalu malu, ya sudah, aku tidak memaksa. aku memilih untuk pergi jauh dari hidupmu. kita kembalikan keadaan seperti semula. hanya sebatas profesionalitas. karena tak ada yang perlu kita bagi.
dan aku memulainya dari tulisan ini, karena kau memulainya dengan tulisanmu juga, dengan kamuflasemu! dasar manusia bermimikri!!!
Thursday, 1 November 2012
hausnya hilang
sebuah pelanggaran terjadi. padahal saat itu udah ditegur, "makanya, jangan minum air es dulu," dan akupun juga udah janji, "iya, sebulan puasa minum air es kok,"
tapi aku munafik juga. colong-colongan minum air es. ya abisnya siapa yg tahan coba? hidup di kota yang panasnya nggak kalah sama kota metro ini, nggak enak kalo nggak minum yang dingin-dingin. sumpah suer nggak kuaaatttt......
simpel sih, cuma air es. tapi kalo udah kepanasan, beeehhh minum air es itu bak terjun ke surga.
setahun lho.. sudah setahun.. nggak kerasa sudah setahun.. (sejenak menatap mata my lovely hun hun sisilia dengan mukanya yg datar natap layar komputer..) oke, lanjut..
setahun meeeenn.. *apaan sih dari tadi setahun setahun muluuu
NUNGGUNYA SETAHUN!!!
bertahan setahun dengan komunikasi marka jalan. jadi kesannya samar-samar. tapi carenya nggak virtual! sumpah ini orang pake dukun mana coba? fotoku udah diapain aja sama dukun itu? astagaaaa...
tapi aku munafik juga. colong-colongan minum air es. ya abisnya siapa yg tahan coba? hidup di kota yang panasnya nggak kalah sama kota metro ini, nggak enak kalo nggak minum yang dingin-dingin. sumpah suer nggak kuaaatttt......simpel sih, cuma air es. tapi kalo udah kepanasan, beeehhh minum air es itu bak terjun ke surga.
setahun lho.. sudah setahun.. nggak kerasa sudah setahun.. (sejenak menatap mata my lovely hun hun sisilia dengan mukanya yg datar natap layar komputer..) oke, lanjut..
setahun meeeenn.. *apaan sih dari tadi setahun setahun muluuu
NUNGGUNYA SETAHUN!!!
bertahan setahun dengan komunikasi marka jalan. jadi kesannya samar-samar. tapi carenya nggak virtual! sumpah ini orang pake dukun mana coba? fotoku udah diapain aja sama dukun itu? astagaaaa...
***
di tengah malam, lagi di ruang tamu sambil telpon my beloved aunty. ada yang ngetuk pintu. ternyata adek, baru pulang.. ngelihat aku telpon, dia tanya "siapa itu? tuyulmu?"
aku jawab, "bukan, atee Rini."
adek, "kerjaanmu lho galau terus mbak. kenapa nggak jadian aja?"
aku, "nggak semudah itu.."
adek, "kamu ndak cocok sama dia! aku tahu dia kayak apa!"
aku, "aku juga tahu pacarmu kayak apa! dia berkulit bersih dan putih. nah kamu? sebelas dua belas dengan arang yang dipake buat bakar sate kemarin,"
adek, "berapa lama kamu nunggu?"
aku, "setahun,"
adek, "kenapa kok ndak balikan sama mantan?"
aku, "karena udah ndak sayang."
adek, "apa sih bagusnya dia?"
aku, "ndak tau.."
adek, "terus kenapa bisa suka?"
aku, "ndak tau. aku dipelet mungkin.."
adek, "kalo kamu jadian sama dia, kamu seneng?"
aku, "iyalah! bahkan aku bakal rela traktir kamu ke southern track,"
adek, "eh? serius? sini deh, aku comblangin!"
aku, "aku ndak suka dicomblangin,"
adek, "bilang aja bokek!"
"WOOOOYYYY!!! KENAPA ATEE MALAH DIKACANGINNNN???" suara menggelegar dari ujung ponsel pun terdengar, mengerikan sebenarnya.
aku, "eh maap, te. ini lho adek ngajak carok,"
adek, "kamu sih dibilangin ndak mau. nih, es doger. dibelikan om fian, tadi ketemu pas di jalan,"
*ini bukan colongan. tapi ada rejeki datang, mana mungkin ditolak :p
***
HAUS SETAHUN, DIBAYAR DENGAN MINUM AIR ES BERDURASI 20 MENIT!!!
amazing banget sumpah...
sebenernya sih udah ikhlas kalo mau kehilangan dalam waktu dekat. karena udah natural event. biarin aja lah, cuma jadi sumber semangat buat belajar. karena setelah durasi 20 menit tadi, ngerjakan PR nggak pernah sesemangat itu. belajar sambil senyam-senyum mihihihihi :3
dari kejauhan aku melihat... sumpah, kharismanya sama seperti kemarin :)
Saturday, 13 October 2012
peronnya mahal
tadi pagi jogging. hal yang menjadi kegiatan mingguanku bersama papa, dulu...
kali ini jogging sama jin... maaf tidak ada any pict, karena jin itu invisible kan??
aku orang indonesia yang sangat kagum dengan arsitektur Belanda. terkadang aku cukup bersyukur bahwa bangsaku ini pernah dijajah belanda. karena kedatangannya membawa banyak perubahan apik selain menyiksa juga.
aku kangen bentuk jam dinding jumbo itu, dengan angka romawi dan dinding yang kusam. ya, bagian dekat rel kereta.
tapi masuk kesana harus bayar peron. tapi, orang yang harus bawa peron itu harus memiliki tiket aliyas hanya penumpang yang boleh masuk peron.
aaaahhhh peliiiiitttttt >.<
nggak jadi nostalgia deh..
mana mungkin aku masuk peron tapi harus beli tiket
dan kami keluar stasiun dengan muka kecewa
kali ini jogging sama jin... maaf tidak ada any pict, karena jin itu invisible kan??
aku orang indonesia yang sangat kagum dengan arsitektur Belanda. terkadang aku cukup bersyukur bahwa bangsaku ini pernah dijajah belanda. karena kedatangannya membawa banyak perubahan apik selain menyiksa juga.
aku kangen bentuk jam dinding jumbo itu, dengan angka romawi dan dinding yang kusam. ya, bagian dekat rel kereta.
tapi masuk kesana harus bayar peron. tapi, orang yang harus bawa peron itu harus memiliki tiket aliyas hanya penumpang yang boleh masuk peron.
aaaahhhh peliiiiitttttt >.<
nggak jadi nostalgia deh..
mana mungkin aku masuk peron tapi harus beli tiket
dan kami keluar stasiun dengan muka kecewa
Thursday, 11 October 2012
Rationally Thinking
i don't know well how to share this. becoz like I said to him before that I still mature enough yet. karena mungkin lagi kesel, ditinggal tidur siang selama 5 jam. padahal ada yg ingin aku bicarakan. tapi sudahlah, sepertinya tidak perlu dibicarakan. pikiran kami masih jauh. entah aku yg dewasa atau dia yg terlampau kekanakan. tergambar jelas dari fisiknya yang masih seperti anak kecil itu. sedangkan banyak orang mengira aku adalah wanita karier hanya dengan mendengar tipe suaraku. ya, suara yang berbeda dari sebelumnya akibat laryngthis (radang laring) yang menyerang pita suaraku hingga suaraku berubah. entah mengapa terdengar seperti suara seorang customer servicer suatu provider.
saya bingung. saya ini manusia dengan tipe yang seperti apa. dewasa? kekanakan sepertinya? atau masih labil di usia remaja?
tapi yang saya ketahui, jalan pikiran saya masih belum rasional. perhaps yes that people inteprete their thinking differently. tapi saya belum bisa berpikir dewasa dengan posisi sebagai pihak netral.
yang masih saya pegang teguh adalah ideologi dan sugesti. 2 hal tadi adalah musuh terberat kedua saya setelah setan. ideologi, adalah sebuah pikiran yang saya simpulkan sendiri berdasarkan apa yang saya lihat dan yg saya alami. bahkan ideologi ini pernah saya doktrinkan pada seseorang yang tampaknya sulit untuk menerima jalan pikiran saya, namun ia tetap memaksa. sekali saya punya prinsip, hal tersebut takkan pernah saya gubah. entah mengapa hal itu menjadi sesuatu yang paling benar dalam hidup saya, atau setidaknya it won't bring more harm than good for myself and in my society environment, even it is my fams, friends, and another.
sugesti. adalah hal terparah sebelum ideologi muncul. sugesti yang tercipta paling tajam oleh hidung saya contohnya. sekali saya mengendus makanan, jika baunya tidak termasuk dalam kategori 'bau harum' oleh kamus otak saya, maka lidah saya akan berkata 'makanan ini sangat tidak enak', meskipun sebenarnya sangat enak. yap, mungkin lebih mirip seperti logika implikasi, namun sekali saya berfikir bahwa itu negatif, maka janganlah saya melakukannya. mungkin juga seperti menyerah sebelum berperang. saya tidak tahu apakah hal itu berbahaya atau tidak, yang jelas saya tidak akan melakukan hal tersebut.
mungkin 2 hal terparah itulah yang membuat pikiran saya tidak rasional. mungkin juga karena pikiran saya masih terlalu sempit untuk memikirkan hal-hal kompleks seperti ini. saya kurang eksplor dengan membaca, karena kelemahan mata saya sebenarnya sudah dalam kategori parah, bahkan manusia umur 70 tahun belum tentu mengidap penyakit presbiopi dan astigmatisme secara bersamaan. mungkin saya harus operasi mata, cangkok mata lebih tepatnya.
buku memang jendela dunia. siapa yang mengelak? kutu buku akan dapat mengetahui dunia luar tanpa mengunjunginya. dengan sendirinya mereka akan terbawa suasana dalam buku tersebut. sehingga mereka tahu, bagaimana posisi mereka dalam kondisi rumit buku tersebut.
ada satu kawan sekelas saya, Innezdhe. dia kutu buku, tanpa terduga. dia kuasai banyak dunia dari membaca. dia raup kata-kata tak terkilas pikiran saya sebanyak-banyaknnya. salah satu prinsipnya, jika ia tak suka pada seseorang, maka ia tak suka. meskipun kadang tak ia utarakan apa alasannya. namun hebatnya, ia tetap bisa berpikir secara rasional untuk orang tersebut, whether or not they are wrong. awesome. i gonna try, but exactly by my own way that still hidden out of my face, unfotunately --a
ups, anak kecil sudah bangun. matanya masih sipit, lehernya yang gatal ia garuk pelan-pelan. sudah puas tidurnya? kamu tahu, jari-jariku sudah bak cabai merah keriting.
saya bingung. saya ini manusia dengan tipe yang seperti apa. dewasa? kekanakan sepertinya? atau masih labil di usia remaja?
tapi yang saya ketahui, jalan pikiran saya masih belum rasional. perhaps yes that people inteprete their thinking differently. tapi saya belum bisa berpikir dewasa dengan posisi sebagai pihak netral.
yang masih saya pegang teguh adalah ideologi dan sugesti. 2 hal tadi adalah musuh terberat kedua saya setelah setan. ideologi, adalah sebuah pikiran yang saya simpulkan sendiri berdasarkan apa yang saya lihat dan yg saya alami. bahkan ideologi ini pernah saya doktrinkan pada seseorang yang tampaknya sulit untuk menerima jalan pikiran saya, namun ia tetap memaksa. sekali saya punya prinsip, hal tersebut takkan pernah saya gubah. entah mengapa hal itu menjadi sesuatu yang paling benar dalam hidup saya, atau setidaknya it won't bring more harm than good for myself and in my society environment, even it is my fams, friends, and another.
sugesti. adalah hal terparah sebelum ideologi muncul. sugesti yang tercipta paling tajam oleh hidung saya contohnya. sekali saya mengendus makanan, jika baunya tidak termasuk dalam kategori 'bau harum' oleh kamus otak saya, maka lidah saya akan berkata 'makanan ini sangat tidak enak', meskipun sebenarnya sangat enak. yap, mungkin lebih mirip seperti logika implikasi, namun sekali saya berfikir bahwa itu negatif, maka janganlah saya melakukannya. mungkin juga seperti menyerah sebelum berperang. saya tidak tahu apakah hal itu berbahaya atau tidak, yang jelas saya tidak akan melakukan hal tersebut.
mungkin 2 hal terparah itulah yang membuat pikiran saya tidak rasional. mungkin juga karena pikiran saya masih terlalu sempit untuk memikirkan hal-hal kompleks seperti ini. saya kurang eksplor dengan membaca, karena kelemahan mata saya sebenarnya sudah dalam kategori parah, bahkan manusia umur 70 tahun belum tentu mengidap penyakit presbiopi dan astigmatisme secara bersamaan. mungkin saya harus operasi mata, cangkok mata lebih tepatnya.
buku memang jendela dunia. siapa yang mengelak? kutu buku akan dapat mengetahui dunia luar tanpa mengunjunginya. dengan sendirinya mereka akan terbawa suasana dalam buku tersebut. sehingga mereka tahu, bagaimana posisi mereka dalam kondisi rumit buku tersebut.
ada satu kawan sekelas saya, Innezdhe. dia kutu buku, tanpa terduga. dia kuasai banyak dunia dari membaca. dia raup kata-kata tak terkilas pikiran saya sebanyak-banyaknnya. salah satu prinsipnya, jika ia tak suka pada seseorang, maka ia tak suka. meskipun kadang tak ia utarakan apa alasannya. namun hebatnya, ia tetap bisa berpikir secara rasional untuk orang tersebut, whether or not they are wrong. awesome. i gonna try, but exactly by my own way that still hidden out of my face, unfotunately --a
ups, anak kecil sudah bangun. matanya masih sipit, lehernya yang gatal ia garuk pelan-pelan. sudah puas tidurnya? kamu tahu, jari-jariku sudah bak cabai merah keriting.
Wednesday, 8 August 2012
butet
waaaaaaaa
pengen nangis rasanya ngelihat Lilyana Natsir kalah :'( kenapa harus kalah? tapi yah, memang, China dan Denmark lebih tangguh dari Indonesia.
entah sejak kapan, kalo ngelihat si Butet (panggilan akrab Lilyana Natsir), rasanya pengen banget kayak dia. dia cewek, tapi penampilannya maskulin. rasanya dia bebas menentukan pilihannya. bahkan ia rela berhenti sekolah demi bulutangkis. wuuuuussshhhh...... bener-bener pengen kayak Butet.. cewek, tapi maskulin.. sumpah keren abiiiissssssssssss *.*
dan inilah yang menimpa saya, teman-teman.....
saya terlahir sebagai perempuan dengan lingkungan serba cowok. bingung? kakek dari papa punya 5 orang anak. 2 perempuan, 3 laki-laki. anak pertama punya 3 anak. cewek, cowok, cowok. anak keduanya punya 3 anak cowok semua. anak ketiga (papa) punya aku dan adikku (cowok), anak keempat 3 orang juga cowok semua, namun sayang, dua diantaranya meninggal, jadi tinggal 1. anak terakhirnya punya 2 anak cowok semua. jadi, notabene sepupu saya itu cowok. yang cewek pertama tadi udah punya anak, cowok, seumuran saya lagi --a jadi bayangkan saja, saya seperti apa.....
hidup sebagai perempuan yang dihimpit banyak saudara cowok itu tidak mudah. gede-gedenya gini malah rada tomboy walau nggak kelihatan tomboynya. saya mengatakan bahwa saya tomboy karena saya suka sesuatu yang berbau maskulin. mulai dari pakaian, sampai hobi cowok. sebagai contoh : pakaian. saya lebih suka pakai kaos oblong, celana jeans, dan sendal jepit ala kadarnya. saya tidak suka dandan dan make up. wajah saya berjerawat serta sedikit kasar. hobi? saya suka gebug drumm, meski banyak yang menganggap remeh permainan drumm saya. banyak yg tidak percaya. tapi yasudahlah, biarkan mereka meremehkan. toh tidak akan berdampak apa-apa buat saya. itu hanya hobi... dan 1 yang penting, saya TIDAK BISA MEMASAK...
melihat Butet, viiiiihhhhhh... saya benar-benar ingin menjadi sepertinya. sedari dulu saya ingin mengikuti style Butet. bukan karena ngefans yang berlebihan, tapi menurut saya itu keren! sedari dulu pula saya ingin memangkas rambut saya menjadi seperti rambut cowok yang super simpel. apalagi kalo pake jaket, jeans, dan sneakers. aduuuuuuhhhh i wanna have fun with that all!!!! belum lagi kalau dibebasin melakukan apa yang saya mau dan dibebasin mau kemana saja yang saya mau.
namun semua itu urung mimpi belaka, teman-teman.....
saya memang sudah berusia 18 tahun, tapi mama saya tetap memperlakukan saya layaknya balita. nggak boleh ini, nggak boleh itu, nggak boleh kesini, nggak boleh kesitu, nggak boleh naik motor kenceng-kenceng, nggak boleh lama-lama di luar rumah dengan alasan 'sudah tidak ada cadangan anak perempuan' aliyas karena saya dianggap satu-satunya keturunan perempuan dari keluarga papa, meskipun ada sepupu saya yang pertama tadi yang udah dianggap tante-tante. dan bahkan sampai sekarang saya masih BELUM mempunyai SURAT IJIN MENGEMUDI (yang tidak percaya silahkan cek dompet saya), sedangkan adik saya yang 13 hari lagi genab berusia 17 tahun itu sudah punya SIM. miris memang... kalau saja papa saya masih ada, mungkin keadaan saya bisa lebih parah dari ini. susah memang punya orangtua super duper over protect.
sampai sekarang, saya masih dicap sebagai anak manja. saya tidak suka predikat itu. setidaknya saya ingin menjadi diri saya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain untuk menjadi seseorang yang bukan saya sama sekali. saya ingin seperti apa? SAYA INGIN SEPERTI BUTET!!! setidaknya saya ingin sekali menerapkan style nya dalam style saya.
saya suka sekali maskulin, tapi bukan berarti saya ber-soul cowok. saya masih normal, saya masih menyukai laki-laki (apalagi 'dia' *.*). maka saya tidak akan melakukan transgender. saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri tanpa ada yang harus mengatur saya. terserah orang lain tak suka, yang penting saya tidak merugikan siapapun.
BUTEEEEETTTTT, sumpah pengen kayak diaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :D
pengen nangis rasanya ngelihat Lilyana Natsir kalah :'( kenapa harus kalah? tapi yah, memang, China dan Denmark lebih tangguh dari Indonesia.
entah sejak kapan, kalo ngelihat si Butet (panggilan akrab Lilyana Natsir), rasanya pengen banget kayak dia. dia cewek, tapi penampilannya maskulin. rasanya dia bebas menentukan pilihannya. bahkan ia rela berhenti sekolah demi bulutangkis. wuuuuussshhhh...... bener-bener pengen kayak Butet.. cewek, tapi maskulin.. sumpah keren abiiiissssssssssss *.*
dan inilah yang menimpa saya, teman-teman.....
saya terlahir sebagai perempuan dengan lingkungan serba cowok. bingung? kakek dari papa punya 5 orang anak. 2 perempuan, 3 laki-laki. anak pertama punya 3 anak. cewek, cowok, cowok. anak keduanya punya 3 anak cowok semua. anak ketiga (papa) punya aku dan adikku (cowok), anak keempat 3 orang juga cowok semua, namun sayang, dua diantaranya meninggal, jadi tinggal 1. anak terakhirnya punya 2 anak cowok semua. jadi, notabene sepupu saya itu cowok. yang cewek pertama tadi udah punya anak, cowok, seumuran saya lagi --a jadi bayangkan saja, saya seperti apa.....
hidup sebagai perempuan yang dihimpit banyak saudara cowok itu tidak mudah. gede-gedenya gini malah rada tomboy walau nggak kelihatan tomboynya. saya mengatakan bahwa saya tomboy karena saya suka sesuatu yang berbau maskulin. mulai dari pakaian, sampai hobi cowok. sebagai contoh : pakaian. saya lebih suka pakai kaos oblong, celana jeans, dan sendal jepit ala kadarnya. saya tidak suka dandan dan make up. wajah saya berjerawat serta sedikit kasar. hobi? saya suka gebug drumm, meski banyak yang menganggap remeh permainan drumm saya. banyak yg tidak percaya. tapi yasudahlah, biarkan mereka meremehkan. toh tidak akan berdampak apa-apa buat saya. itu hanya hobi... dan 1 yang penting, saya TIDAK BISA MEMASAK...
melihat Butet, viiiiihhhhhh... saya benar-benar ingin menjadi sepertinya. sedari dulu saya ingin mengikuti style Butet. bukan karena ngefans yang berlebihan, tapi menurut saya itu keren! sedari dulu pula saya ingin memangkas rambut saya menjadi seperti rambut cowok yang super simpel. apalagi kalo pake jaket, jeans, dan sneakers. aduuuuuuhhhh i wanna have fun with that all!!!! belum lagi kalau dibebasin melakukan apa yang saya mau dan dibebasin mau kemana saja yang saya mau.
namun semua itu urung mimpi belaka, teman-teman.....
saya memang sudah berusia 18 tahun, tapi mama saya tetap memperlakukan saya layaknya balita. nggak boleh ini, nggak boleh itu, nggak boleh kesini, nggak boleh kesitu, nggak boleh naik motor kenceng-kenceng, nggak boleh lama-lama di luar rumah dengan alasan 'sudah tidak ada cadangan anak perempuan' aliyas karena saya dianggap satu-satunya keturunan perempuan dari keluarga papa, meskipun ada sepupu saya yang pertama tadi yang udah dianggap tante-tante. dan bahkan sampai sekarang saya masih BELUM mempunyai SURAT IJIN MENGEMUDI (yang tidak percaya silahkan cek dompet saya), sedangkan adik saya yang 13 hari lagi genab berusia 17 tahun itu sudah punya SIM. miris memang... kalau saja papa saya masih ada, mungkin keadaan saya bisa lebih parah dari ini. susah memang punya orangtua super duper over protect.
sampai sekarang, saya masih dicap sebagai anak manja. saya tidak suka predikat itu. setidaknya saya ingin menjadi diri saya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain untuk menjadi seseorang yang bukan saya sama sekali. saya ingin seperti apa? SAYA INGIN SEPERTI BUTET!!! setidaknya saya ingin sekali menerapkan style nya dalam style saya.
saya suka sekali maskulin, tapi bukan berarti saya ber-soul cowok. saya masih normal, saya masih menyukai laki-laki (apalagi 'dia' *.*). maka saya tidak akan melakukan transgender. saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri tanpa ada yang harus mengatur saya. terserah orang lain tak suka, yang penting saya tidak merugikan siapapun.
BUTEEEEETTTTT, sumpah pengen kayak diaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :D
Subscribe to:
Posts (Atom)

