Wednesday, 8 June 2011

cuplikan novel saya


“Pagi, guys!” sapa Kerlinda ramah.
“Pagi, Ker,” jawab Guntur dan Mario menghentikan kegiatan mereka masing-masing.
“Turangga mana?” tanya Mario menyadari ketidakhadiran Turangga bersama Kerlinda seperti biasanya.
“Dia lagi sakit. Hari ini dia absen. Kasihan Turangga, semalem gue dari rumahnya. Mukanya pucet, badannya lemes kayak nggak ada tenaga gitu,” jelas Kerlinda memberitahu Mario dengan tampang sedih. Kerlinda memang sedih jika Turangga sakit.
“Terus lo berangkat sama siapa?” timpal Guntur.
“Sama pacar baru,” sahut Yosua sambil meninggalkan ketiga sahabatnya ke kelas.
Kerlinda heran mengapa Yosua mempunyai pikiran sepeti itu? Apa ia dan Daniel sudah terlihat seperti pasangan kekasih?
“Elo punya pacar, Ker?” tanya Mario juga kaget dengan jawaban Yosua yang ketus itu.
“Pacar? Gue nggak punya pacar, kok!” sergah Kerlinda tidak membenarkan.
“Terus elo berangkat sama siapa?”
“Sama temen gue. Beneran dia temen gue, nggak pacaran,” terang Kerlinda mengaku.
“Terus tadi kenapa lagi tuh si Yosua?” tanya Mario sambil mengambil tas ranselnya.
“Cemburu kali, Kerlinda dianter cowok selain Turangga,” goda Guntur pada Kerlinda.
“Cemburu?” tanya Kerlinda tak percaya, “Ngapain juga Yosua cemburu sama gue?”
“Kali aja foto yang ditempel di cermin itu foto lo. Hahaha,” canda Guntur lagi yang kali ini ditambah dengan tawa keras.
“Lo ngaco, ah, doain gue cepet mati!” protes Kerlinda.
“Siapa juga yang doain lo cepet mati?” protes balik Guntur.
“Kan udah gue bilang kalo gadis yang ada di cermin itu akan cepat mati,” jelas Kerlinda mengingatkan Guntur akan pengelihatannya.
“Ker, mati itu ditangan Tuhan. Lo nggak bisa ngelihat kematian,” kata Mario meremehkan Kerlinda.
“Ya semoga saja cewek itu bukan gue. Gue masih pengen lulus kuliah dan kerja,” ketusnya sambil berjalan menuju kelas.
“Kalo gue mah masih pengen ngerasain punya istri,” canda Mario berbisik pada Guntur.
“Hahaha, gue setuju sama elo, Bro!” jawab Guntur sambil tertawa tak tertahankan dan setuju.

Tuesday, 7 June 2011

hancur hatiku

bukan hanya soal cinta, tapi peristiwa tak enak datang beruntun....


1. ayah masuk rumah sakit lagi :(
2. masih diem-dieman sama sahabat. kapan baikannya coba?
3. pelajaran IPS remidi semua. gimana bisa masuk IPS kalo gini caranya???
4. nylekit banget baca kalimat-kalimat pedas dari Seta. sakit hati banget
5. kelas gue lagi ada masalah

terus gue harus gimana?
gue butuh kalian....
terutama sahabat gue yang lagi diemin gue. ini kali pertama gue stress tanpa elo di samping gue. gue udah minta maaf (padahal dia yg salah) tapi kenapa elo masih diemin gue?

gue yakin, Tuhan pasti bisa menguatkan hati gue. dan gue yakin bisa melewati semua ini.
berkahi langkahku, Tuhan.... aku tak ingin bersedih yang berlarut-larut

Monday, 6 June 2011

EVOLUSI MENTAL XE

“Tsamina-mina E E, waka-waka E E”
soundtrack piala dunia 2010 memang, namun itulah lirik lagu pertama yang mengiringi perkumpulan ini di awal kami terbentuk. Sebuah perkumpulan terisi oleh 28 makhluk Tuhan dengan seragam almamater yang berbeda. Ada yang merah, abu-abu, hijau, biru, ungu dan sebagainya. Inilah awal hari kami. Mengenalkan diri satu sama lain.

Aku tak ingin membahas soal MOS Pena. Karena aku tak melewati masa itu. Dimana seharusnya masa-masa itu adalah masa yang digunakan untuk mengetes kekompakan perkumpulan ini. Tak dapat terlihat oleh mataku karena aku tak hadir MOS selama seminggu karena sakit.

Terlebih dahulu ingin kuceritakan tentang pandanganku pada beberapa makhluk pada perkumpulan ini. Dimana aku yang memang bisa melihat sifat dari tatapan mata mereka. Dari tatapan pertama mereka padaku. Dari cara bicara mereka. Serta tingkah laku dan tipikal sosialisasi mereka. Sedikit tak kusukai, jujur saja. Berharap perkumpulan ini hanya perkumpulan sementara dan tak berumur lama. Sudah bisa terlihat jelas bagaimana masa kelanjutan kehidupan perkumpulan ini.

Dimulai dengan canda tawa dan diselingi memotret diri sendiri. Di bulan pertama masih tak tampak adanya sebuah gumpalan yang sejenis di antara kami. Masih seperti larutan, dimana makhluk-makhluk ini merasakan segalanya bersama. Berseminya bunga yang berada tepat di depan ruangan kami seakan menggambarkan betapa keharmonisan antar individu mulai tercipta. Menganggap segala hal adalah main-main. Dan sedikit membubuhkan amarah kecil di setiap topik yang meluncur bebas dari mulut kami.

Saat menginjak hari-hari 'lapar binti dahaga' roda masih berputar. Ruangan kini warna-warni. Tak ada abu-abu maupun almamater. Makin terlihat jelas bagaimana propertis-propertis yang mereka usungkan di kesempatan ini. Pernak-pernik yang terkadang menjadi inspirasi satu sama lain yang mungkin layak untuk dikembangkan. Dan makin hari makhluk-makhluk ini makin bermain-main. Masa bodoh dengan lembar-lembar ilmu penuh abjad yang harusnya masuk ke sel-sel otaknya. Dan tergambar persis di muka setiapnya bahwa mereka berkunjung tiap hari bukan untuk berilmu. Tapi untuk menemui setiap wajah segar dan manis yang membikin lupa dengan dendangan musik dekat usus besar ini.

Dan mungkin muncul seorang tambatan hati yang pernah menimbulkan keributan ringan, hanya sebatas lirikan mata yang mungkin saja bisa membunuh suatu hati kecil yang cenderung takut untuk melawan. Rela. Ikhlas. Biarkan saja. Masih banyak yang lain. Dan kompetisipun berakhir. Dan bisa saja ada air mata yang mengalir deras di relung hatinya bak air terjun yang turun ke bagian tengah sungai penuh amarah yang menghujam. Mencoba memendam perasaan dengan sebatas untaian senyuman dan beberapa lelucon konyol. Sedikit mengobati lukanya.

Bagaimana ketika sebuah erupsi datang tiba-tiba mengusik kedamaian yang telah diciptakan sedemikian rupa. Bukanlah karena banyak orasi yang diungkapkan. Namun dimana pengertian yang selama ini diharapkan? Tapi semua beranggapan, erupsi gunung berapi yang merupakan sebuha peristiwa vulkanik pastilah mampu membuat wajah bumi yang baru. Entah itu bukit, lembah, danau, ataupun anak gunung. Lagi-lagi dibumbuhi lelucon dan guyonan konyol. Mengguncang si buncit sampai si langsing.

Dan apa yang ada di setiap pemikiran mereka ketika mereka terhimpit oleh banyak desakan dan banyak tuntutan untuk mencapai sebuah kesuksesan yang amat sangat sempurna di tiap bidang yang mereka geluti tiap hari? Dijejal komentar pedas dan dan dicerca umpatan gila. Mata yang hampir rusak menatap benda beradiasi tinggi demi mendapatkan penghargaan yang melegakan hati. Namun bagi kami, apalah arti angka-angka itu jika kami harus melihat makhluk lain yang tersiksa batinnya karena ia mendapatkan angka yang tak setimpal.
Karena itu kami bersatu. Curang? Mungkin. Tapi tak membuat kami bergantung pada setiap bantuan yang diberikan. Hanya saja kami sering terhimpit waktu yang sepertinya berjalan makin cepat saja. Tak terasa minggu berganti dan makalah-makalah itu harus dikumpulkan. Kata seorang paling bocah di perkumpulan itu, perkumpulan kami adalah sebuah perkumpulan PKL yang tengah membuka lapaknya di malam minggu. Ada yang mencari sesuatu yang benar, ada yang menawarkan hasil kerjanya. Bahkan, tak sedikit dari kami saling bahu-membahu saat musibah datang pada kami. Curang? Mungkin. Tapi tak membuat kami meremehkan setiap musibah yang datang itu. Dan aku, yang belum pernah berkecimpung di bidang dengan jalan yang seperti ini, mau tak mau harus ikut larut di dalamnya. Dan ternyata asyik juga. Mengingat sepertinya ini adalah salah satu bentuk dari pemberontakan. Menyenangkan. Curang? Memang! Namun kami tak pernah bergantung. Karena peluh kami tetap mengucur.

Namun yang membuatku heran, ada saja yang menggemparkan kata 'damai' namun selalu cari perkara dan tak tahu perkara. Tipikal ini mungkin sebaiknya dijauhi, namun tak ada salahnya kita tetap memeluknya dalam perkumpulan ini. Karena pada dasarnya saling pengertian adalah kunci dari segala permasalahan.

Disini, kutemukan teman sejati. Sahabat yang selalu bisa menjadi bahu untukku menangis.
Sahabat yang selalu menyajikan telinganya dan tak pernah berpaling saat mulutku masih terus membusa karena tak kelar-kelar membeberkan penat yang menyesakkan dada. Sahabat yang bagaikan sebuah distro dan butik tak henti merekomendasikan benda-benda unik kesukaan remaja masa kini. Sahabat pelepas stress dengan humor menggelitik. Sahabat dengan sejuta ilmu dan tak kikir informasi. Bertukar pikiran demi mengetahui pengetahuan global yang selalu update. Sahabat yang tegas, disiplin, tanggung jawab, berjiwa kepemimpinan, rajin, dan tak mudah putus asa, menjadi panutan di tiap gerak-gerikku.

Hingga muncul istilah, “cepoelooh-E chelamanha”. Alay? ya. Aku tak suka sesuatu yang serba hiperbola seperti itu. Namun tak adil rasanya jika terus menerus aku menghenyakkan istilah kontemporer yang tengah trend itu. Geli mendengarnya. Tapi dibalik nama itu......

XE akan selalu bersama, meski sebenarnya berpisah....
XE akan selalu menjadi yang terheboh, dengan segala prestasi kecil dan kebandelannya
XE akan selalu bergema di setiap palung jiwa jika tiba-tiba sepi
XE akan selalu bermain dalam imaji unik setiapnya, memutar kembali gulungan film petualangan
XE akan selalu terpuji dan tercela, dimana semua itu adalah warna kehidupan kami
XE akan selalu terngiang di saat kami tak punya teman, sendiri, dan terasingkan....
dan mungkin XE akan menjadi kayu lapuk yang sulit terbakar api dan ditumbuhi berbagai macam jamur payung pelindung terik mentari dan penangkal hujatan kotoran kambing....

karena XE bukanlah sebuah perkumpulan lagi. Kami keluarga baru. Akan memulai hidup yang baru setelah keluar ruangan. Menatap dunia lebih luas tanpa lagi memampang muka sok. Memecah tempurung penangkal musuh. Tulang telah terbentuk. Dan setiapnya bisa melindungi diri sendiri tanpa ada lagi rumah yang melindungi. Menghadapi setiap tantangan yang mencoba menyandung. Dan di saat ada sekelumit rindu menerpa, ingatlah serpihan rumah yang kita pecahkan. Kita susun kembali layaknya puzzle cantik. Dan jangan pernah tertawa lagi dengan hasil susunan serpihan gubuk lama kita. Karena setiap potongan itu punya cerita. Melingkar, duduk bersila, pejamkan mata, kita ingat kembali selama setahun jatuh bangun senang susah rajin malas tawa sedih itu. Dan ayo kita ledakkan kembali kekonyolan itu!!! karena aku sangat merindukannya, para Explorer :)



Friday, 13 May 2011

asli suroboyo

(oke, sebagai orang jawa timur tulen, kali ini gue mencoba ngomong pake bahasa jawa timuran yaa.. kalo kalian pada kagak ngerti, ya, bisa comment apa artinya. dan sebelum gue dituduh suka ngomong kotor, disini gue ngejelasin bahwa sebenarnya kata "JANCUK" adalah sebuah umpatan. tapi, kata "CUK" yang diambil dari kata JANCUK tadi, adalah sebuah sapaan yang mirip dengan sapaan "BRO!" atau "SIST". alright, lets we start it!)

weleh, cuk! sumpah, dino iki aku lali nggowo saus sambel kanggo mangan bekal ndek sekolah. sumpah, sego rasane hambar nek gak onok sause.
sakjane gak penting seh, aku ngomongi saus...

*eh, sek yo, aku kate nang kantin, kate tuku ngombe karo jajanan cilik..*
*tapi ndak sido wes, iling nek nggowo ombean dewe*

lha terus iki aku kate ngomong opo wes nganggo jowoan suroboyo?
masalah cinta yowes bosen, lha terus masalah opo? MySpace

oh iyo ding, konco raketku, jihan, mlebet griya sakit.. opname. gak weruh loro opo.
sakjane kate nyambangi cuma aku sibuk puoll..
lha apane sing gak sibuk? mulai dino iki nganti sesuk, aku gak mandek, pek!
ngurus acara nang MPS karo EXPO.. lha mangkane acarane barengan. untung ae lokasine iso dijangkau karo mlaku tok.. alhamdulillaaaaaahhh..
mugo2 koen ndang waras wes je.. sakmarine 'sibuk2an' aku tak ndang nyambangi koen..

terus, dino iki, kembaranku ulang tahun.. (endi onok kembaran tapi ulang tahune sijihan?)
dhaniar ulang tahun...
rong taun wingi aku ngado boneka kodok ijo..
sing taun wingi gak ngado, bokek..
taun iki gak ngado maneh, lah mangkane ayahku mari mlebu RS, dadine duwek akeh tompes, duwek sanguku dikurangi. yowelah gak opo2... jenenge yowes musibah tooh?
met ultah yo sayang... MySpace

terus, *opo maneh wes?*
maneh2 aku cemburu, pek!
lanang sing tak senengi mesti ae rodo judes karo aku.
yo ndak judes2 soro seh, mek rodok cuek ngono..
pengan misuh sakjane, cuma aku rasane duso soro nek misuh.. hahahaha

*sakjane saiki wes bell mlebu pelajaran maneh, tapi jarena mulih isuk.. emboh lah*

jik tas, koncoku sing ndek negoro chile, ngachat aku, ngomong ngene, "awakmu sido gak ndelok paramore?"
(jelase de'e ngomong nganggo boso inggris, cuma iki tak artekno)

*jik tas bell mulih. alhamdulillah mulih isuk!!!*

nah iki nggarai aku bengong.. yaopo yo?
masalahe tikete iku larang soro

*sek, liwat.. aku NDAK REMIDI GEOGRAFIIIIII!!!* MySpace

sing paling adoh teko stage ae regone 400 ewu..
lokasine ndek ancol karo ndek garuda wisnu kencana bali..
aku wes rundingan karo febri, sobatku seneng paramore pisan..
jarene nek nabung yo gak nutut...
saiki ojok mikir tikete tok.. transport? nginep? mangan?
uakeeeehhh soro iku, cuk!

halah emboh wes, gak ndelok yo gak popo
 

Wednesday, 11 May 2011

isi hati gue

well, kemaren gue sempet RT @DamnItsTrue, "When i miss you, i re-read your text"
yeah, i miss him so!
he changes? no. cuma yang bikin gue heran, sampe kapan dia ngegantung gue tanpa kepastian yang jelas?
cewek mana coba yang suka kalo digantung?
sebentar-sebentar, perhatiaaaaaannn banget.
sebentar-sebentar, ngeseliiiiinnn banget, dicuekin lah, berpaling lah...

sungguh, gue cemburu benerann kalo dia ada sama yang lain.
karena berulang kali dia ngasih tanda kalo dia sayang sama gue.
dan gue juga udah ngebales semua tanda2 yang dia kasih.

dan ketika gue kangen sama dia, gue selalu re-read his text to me! ada 2 message yang sangat special buat gue. message itu berisikan nama panggilan kesayangannya buat gue....

dan gue berasa inget mantan gue yang berulang kali minta balikan sama gue, tapi selalu gue tolak karena gue suka sama orang lain. sedangkan mantan gue katanya selalu nunggu gue. dia bilang kalo dia selalu sayang sama gue selama 3 tahun ini.
awalnya gue sih nggak percaya.
tapi setelah gue baca tweetnya @DamnItsTrue, "When you really love someone; age, height, WEIGHT and DISTANCE is just a DAMN number!!!!"

selama ini gue selalu beranggapan, gue nggak pantas disayangi sama mantan gue. mengingat buat gue mantan gue itu terlalu perfect sedangkan gue ya kayak begini aja..
setelah gue baca itu, hati gue jadi membenarkan apa yang selalu dikatakan sama mantan gue kalo dia cinta sama gue itu bener2 apa adanya!

dan gue nggak tau apa gue ini bodoh atau gimana, menyukai seseorang yang jauh di bawah mantan gue, dan masih belum pasti gimana hubungan kami ini.
but, hey, boy, you have to know that I LOVE ALL OF YOUR FACE EXPRESSION! BECAUSE IT EXPRESS YOURSELF JUST THE WAY YOU ARE!
itu yang pentinf buat gue!!! gimanapun dia, gue sayang sama dia. sekalipun banyak temen2 gue bilang kalo mantan gue masih jauh lebih baik daripada orang yang ue sukai sekarang ini.
tapi, kali ini hati gue bener2 bicara, dan hati gue mengatakan kalo gue lebih memilih orang yang nggak pasti itu. oke, kalian bisa ngatain gue bodoh!

and for my desk mate, sekedar nasihat gue aja, mending lo jangan niru orang yang gue sukai itu. kasihan cewek itu lo gantung mulu. gue tahu gimana sakitnya digantung. mending lo ngomong sekarang sama dia kalo lo sayang sama dia daripada nanti rasa di hatinya menghilang dan lo telah kehilangan kesempatan emas yang selalu lo harapkan, tapi selalu lo tunda karena alasan elo nggak siap! lo nggak akan tahu jawabanya kalo elo belum mencoba. sekali2 lah elo nekat! lo korbanin sekali aja muka lo kalo ternyata dia nolak elo! karena setidaknya elo udah mengungkapkan semua isi hati lo, dan yakin, setelah itu lo nggak akan gagap2 lagi sama dia! karena sekali lagi, gue udah mengalami!!!

Sunday, 8 May 2011

kemesraan iniiiii....

Ayah udah pulang dari rumah sakit setelah ngejoprak seminggu di rumah sakit. Tapi itu bukan berarti ayah udah sembuh. Ayah pulang dari rumah sakit karena ayah kurang puas dengan pelayanan rumah sakit. Yah, daripada menelan biaya banyak tapi nggak ada hasil, ayah memutuskan untuk rawat jalan saja. Soalnya ayah juga nggak suka di rumah sakit. Kerjaannya tiduran mulu. Dan itu memang bukan tipikal ayah banget, mengingat ayah itu orangnya sangat hiperaktif.

Pas di rumah sakit sih, gue kagum sama para pembesuk. Mulai dari tetangga, temen deket ayah, temen pengajian, sahabat gue (sisilia sama pacarnya), sampe pak Kyai pengajian Mujahadah Milladiyah dari Kedunglo pun jenguk ayah. Ayah sampe nangis terharu karena banyak sekali orang yang peduli terhadapnya. Ayah memang tipikal orang yang suka bergaul, terutama dengan teman pengajian yang biasanya datang ke rumah untuk meminta solusi permasalahan hidup dari ayah. Ayah membantu sebisa mungkin dengan mendoakan serta memberikan beberapa solusi. Maka dari itu, tak heran kalo ayah punya banyak teman dan sahabat yang sangat menyayanginya.

Dan yang paling gue salut itu bu Dian dan suaminya, Om Sol dan isterinya, Bu Marno dan Pak Marno, teman pengajian, serta dua orang laki-laki yang gue nggak tahu namanya (salah satunya cakep banget loohh.. masih muda soalnya.. hihihihi) yang selalu menjenguk ayah dan memberikan ramuan jamu untuk membantu pemulihan ayah. Nah, yang dua orang laki-laki ini siapa ya? Dibilang murid, tapi ayah bukan guru ataupun uztadz. Tapi mereka berdua dengan tulus ikhlas menggantikan tugas bunda untuk menjaga ayah di malam hari ketika di rumah sakit. Eh tapi ternyata, pas ayah pulang pun mereka berdua tetap datang ke rumah untuk menjaga ayah di malam hari. Sumpah suer, salut sama mereka berdua. Jarang ya, anak muda yang mau ngejagain orang sakit yang bukan sanak saudara mereka. Entah pertolongan apa yang telah ayah berikan pada mereka sehingga mereka tulus ikhlas mau jaga ayah sampe segitunya.

Terus, pas sabtu sore kemaren, gue dag dig dug nggak karuan.
Pasalnya ayah ngerasa sakit banget di perutnya. Gue nyaranin supaya ayah dirujuk lagi ke rumah sakit, tapi ayah nggak mau. Terus ayah sering ngomong gini, “Gusti, kulo mboten menyerah, namung kulo sampun pasrah” yang artinya “Tuhan, saya tidak menyerah, tetapi saya sudah pasrah”. Di pikiran gue kayaknya ayah udah di ujung hayatnya. Hati gue nggak tenang banget waktu itu. Ditambah ayah bilang gini ke bunda, “Bunda, bunda ini orangnya sabar banget. Maafin ayah,ya, kalo selama ini ayah ada salah dan sering kasar sama bunda. Yang sabar ya ngerawat ayah,”

nah yang nangis malah gue. Bunda malah biasa aja sambil ngelus kening ayah sayang. Tapi bunda nggak nangis. Masa iya sih bunda siap kehilangan ayah? Kalo gue jelas nggak siap banget. Abis gitu, gue masuk ke kamar buat nangis. Gue nggak mau ayah tahu kalo gue nangis. Gue nggak mau nambah beban ayah. Di kamar, gue berdoa, “God, don't take him right now! We still need him so. If you would, You can take me!”
sumpah, mending gue aja yang meninggal. Karena gue yakin, ayah bunda ikhlas kehilangan gue, tapi gue nggak bakal ikhlas kehilangan ayah.

Abis gue nangis, gue dipanggil sama ayah. Ayah nyuruh gue buat telepon teman2 pengajiannya buat ngadain pengajian di rumah. Ya udah gue nurut. Mungkin, dengan adanya berdoa bersama, ayah jadi membaik. Dan alhamdulillah, semuanya bisa datang, kecuali Bu Dian yang lagi sibuk nyiapin pengajian di rumah tante Yayan. Tapi suaminya dateng.

Abis maghrib, ayah nyuruh gue buat ganti baju muslim. Gue nurut. Pas gue udah pake jilbab dan ngaca, gue nangis lagi. Kenapa? Gue takut di tengah-tengah pengajian, ayah dipanggil. Nggak, nggak mungkin. Tuhan itu baik, pasti Tuhan mau memberikan kesempatan sama ayah. Karena keyakinan gue itu, gue berusaha tenang.

Setelah itu gue ke dapur buat bantu bunda nyiapin hidangan buat tamu.

Pas semua teman pengajian ayah udah pada datang, pengajian dimulai. Tapi sebelum pada ngaji, ayah ngomong sesuatu. Kira2 begini,

“Terimakasih atas kedatangan teman2 sekalian. Disini saya ingin meminta doa dari teman2, agar semua usaha yang telah saya lakukan untuk menyembuhkan penyakit saya ini. Namun, di titik ini, saya sudah pasrah. Saya hanya ingin diberi ridho oleh Allah, bukan kesembuhan. Jika malam ini adalah malam terakhir saya, (sumpah, di kalimat ini teman2 ayah dan juga gue langsung nangis semua) saya hanya berpesan pada teman2, lanjutkanlah berbuat baik pada sesama, terus berdoa dan jangan pernah berpaling dari Allah. Tolong doakan saya, agar usaha saya diridhoi oleh Allah.”

abis gitu pengajian dimulai dan diwarnai oleh tangisan sedih. Karena rekan2 pengajian ayah pun takmau kehilangan sosok ayah yang dianggap pemimpin dari pengajian ini. Di mata mereka, ayah adalah sosok yang bijak, cerdas, dan selalu menolong sesama. Ayah tak pernah pamrih dan tak pernah pandang bulu. Semua dirangkul. Ayah selalu menanam kebaikan pada rekan2nya. Sosok yang ramah dan sangat disayangi.

Di tengah2 pengajian, tingkah ayah bikin gue panik lagi. Tiba2 ayah memposisikan kedua tangannya di atas perutnya seperti orang sedang sholat. Tapi kan??? pikiran gue udah kacau banget disitu. Gue takut ada malaikat yang udah berdiri di samping ayah. Gue panik dan memandang seisi ruangan. Gue nggak mau ada yang membawa ayah pergi. Kedua lelaku muda tadi sigap duduk di samping ayah. Aslinya asma gue kambuh tuh, soalnya gue panik banget. Cuma gue nggak mau sakit di depan ayah. Gue pasti kuat.

Usai pengajian, ayah mengucapkan terimakasih pada teman2nya. Gue lihat sekeliling, semuanya nangis. Dan mungkin semuanya berharap ayah diberi kesempatan.

Selang sejam setelah pengajian selesai, teman2 ayah pada beranjak pulang, kecuali 2 pemuda tadi dan suami bu Dian. Mereka bertiga mengantar ayah ke kamar dan menjaga ayah hingga pagi. Ayah dipijitin, dikipasin, diseka keringatnya, pokoknya dirawat banget deh. Jadinya bunda bisa istirahat setelah seharian ngerawat ayah. Sebenarnya sih bunda pengen ngerawat ayah sepanjang hari. Tapi ayah nyuruh bunda buat istirahat aja. Biar ketiga rekannya ini yang merawatnya. Gue juga disuruh tidur karena udah malam. Ya udah gue nurut.

Sekitar jam 1 pagi, gue kebangun. Gue nggak tenang banget. Akhirnya gue ngecek ke kamar ayah. Dan ketiga rekan ayah itupun belum beranjak pulang. Mereka masih menjaga ayah.

“Mas, nggak ngantuk?” tanya gue.
“Ngantuk sih, tapi daripada nanti ayahmu kenapa-napa. Nggak apa2 kok, udah biasa begadang,” jawabnya sambil tetep mijitin ayah.

Ayah sih udah pulas, tapi katanya tiap setengah jam ayah bangun buat muntah2. Akhirnya gue memutuskan buat bikinin mereka bertiga kopi biar nggak ngantuk. Abis gitu gue tidur lagi.

Besoknya, gue bangun jam 7 pagi. Gue ketiduran, nggak sholat subuh. Ckckckck

pas gue bangun, ayah udah di ruang tamu dan bunda udah berpakaian rapi.

“Mau kemana, Bunda?”
“Mau ke penyembuhan alternatif. Kata om alfian, dia tahu dimana ada penyembuhan alternatif. Asmanya om alfian sembuh abis berobat disitu. Ya mudah2an aja Allah mengizinkan ayah sembuh setelah berobat disitu,” jelas bunda sambil membawa bantal.

Bener juga sih, coba aja cari alternatif. Daripada ayah minum tablet obat yang udah nggak terhitung jumlahnya terus lambungnya makin parah.

Selang 15 menit ayah sama bunda berangkat, Bu marno datang ke rumah buat nganterin temulawak sama kunyit buat jamunya ayah. Nggak bu marno doang, Om sol sama istrinya juga nganterin temulawak, kunyit, jeruk manis, madu sama apa gitu gue nggak tahu namanya. Kayak kendi tapi biasanya dipake buat ngerebus ramuan2 gitu. Kata om sol, ngerebus jamunya pake itu, jangan pake panci. Soalnya takut zat alumunium panci luntur dan ayah nggak sembuh. Subhanallah, segininya kebaikan mereka buat ayah....

Di sore hari pas ayah sama bunda pulang dari pengobatan alternatif, ayah minta dijagain bunda terus. Berulang kali ayah menyebut nama bunda.

“Bunda, jangan pergi!” gitu kata ayah.
Bunda cuma jawab, “Iya, ayah. Bunda disini terus kok,”

terus ayah kan tiduran, bunda duduk, ayah mencoba memeluk pundak bunda. Seakan bener2 nggak mau ditinggal sama sekali. Sampe2 bunda mandinya tuh jam 7 malem.

Gue heran, cepat banget mereka rujuknya? Emang sih, mulai januari kemarin ayah sama bunda ada masalah dan bikin gue pusing. Tengkar mulu kerjaannya. Sejenak baikan, terus berantem lagi.

Nah yang ini? Biasanya ayah nggak pernah nunjukin rasa sayangnya ke bunda di hadapan gue, kali ini nggak pake malu2 meluk bunda di depan gue. Gue jelas seneng lah. Gue seneng ayah sama bunda bisa semesra ini kayak pengantin baru. Hahahaha. Mungkin dengan seperti ini, ayah bisa lekas sembuh, amiiinnn :)

Wednesday, 4 May 2011

ahahahaha lumutan nunggu pak bro

aku sangat suka sekali jika suasana kelas sepi...
(oke, kalimat di atas bukan gue yang ngetik, tp temen gue myre... entah apa maksudnya  MySpace )

yaah, anggap aja itu sebagai preambule dari blog kali ini lah.. (padahal gue lebih suka suasana kelas yang rame.. apalagi kalo si bhakti, vicky, putra, myre, alfido dkk ngelawak.. hahaha  MySpace)


gue cuma mau nyampah nggak penting sih sebenernya.. hahaha, oke, kita mulai :)

kemaren, pulang sekolah si cahya bilang, "eh, paguyuban putsem ngumpul tuh,"
ha? ngapain ngumpul?
cuek sih, ngumpul aja dah..

pas ngumpul, ketemu sama pak bro
pas bubar, gue panggil tuh si pak bro, menyarankan buat nabung (buat konser paramore.. hehe) MySpace
dia ngerasa berat kalo nabung, mengingat bukan tiketnya doang yang dibeli. tapi transport, hotel, dan makan. haduuuuhhh...

akhirnya gue sama pak bro duduk di aula bahas tiket di paramore.net
terus, si pak bro masih pengen ngobrol2 di musholla, akhirnya gue  ke musholla duluan, sedangkan pak bro mindahin motornya..

pas gue nyampe musholla, eh nyadar gue belom sholat ashar, ya udah gue sholat duluan.
pas gue udahh sholat, dia datang, terus dia sholat juga.

gue tunggu dia sholat tuh...
eh tapi abis sholat dia malah bilang, "aku ada kumpul diskusi sebentar ya,"
gue pikir beneran cuma sebentar... ternyata lama banget..
awalnya bisa gue atasin pake online, tapi lama banget dia nggak balik. MySpace

bolak-balik gue nengok dia, udah selesai apa belom, eh ternyata kayaknya dia masih asyik sama temen2nya.
nah terus gunanya gue kesini apaan? (selain buat sholat)

terus mungkin dia nyadar kalo gue bolak-balik nengok ke dia, jadinya dia nyamperin gue,
"tunggu bentar, ya. kalo kamu mau duara atau tressa, duluan aja deh nggak apa2. tapi nanti ketemu disini lagi, ya," kata pak bro..

haduuuuuhh... gue udah nunggu lama banget, eh ternyata lebih lama lagi..
sabaaaarrrrrrr MySpace
ya udah deh, gue duara (paduan suara) aja..

pas masuk kelas duara, kelihatan ada pak hani sang pelatih sama ada pak agus..
pas gue masuk, gue langsung ke pak agus mau bilang, "maaf telat pak, saya habis sholat ashar,"
eh tapi gue dikacangin!!! pak agus nggak noleh2 juga...

terus mashuda bilang ke gue, "eee, dek, kamu konsentrasi ke musikalisasi puisi aja ya, nggak usah latihan duara,"
gue, "jadi aku keluar aja nih?"

mashuda,"iya"

sumpahsuer, gue berasa diusir dari duaraaaaa huhuhuhuhu
kalo gue mau ikut PSP musikalisasi puisi, nggak berarti gue cuma mengutamakan musikalisasi puisi aja...
tapi gue niatnya ikut ekstra paduan suara, masa gitu aja gue mendingan nggak usah ikut latihan?
berarti pas pembukaan PSP gue nggak ikut paduan suara dong?
padahal gue minat banget..... uuugggghhh

karena udah terlanjur bad mood, gue memutuskan absen tressa juga,
gue pergi ke lab ips dan pamitan sama kak endah, alesan mau langsung ke rumah sakit jenguk ayah..
diijinin sih sama kak endah.. akhirnya pulang..

pas pulang sih aslinya papasan sama pak bro yang masih sibuk sama temen2nya..
duh sumpah, nylekit banget gue dikacangin....

pulang, dan melupakan semuanya...
pas malem sms pak bro, "pak bro, sori tadi pulang nggak pamitan, soalnya aku nggak ada kerjaan,"
terus dibales, "sori ya bu sist, tadi aku ajak ke mudholla tapi aku kacangin,"
gue bales, "iya gapapa, tapi lain kali jangan kayak gitu lagi ya..."

oke, masalah terselesaikan... MySpace
cuma itu aja sih yang mau gue share..
ya nggak enak aja rasanya kalo dikacangin sama orang. udah nunggunya lama, nggak jadi pula...
terus omongan soal tiket paramore juga masih nggantung.. entah kapan mau dibahas..
lebih cepat lebih baik

dasar kau pak bro! hahahaha MySpace