Thursday, 1 November 2012

hausnya hilang

sebuah pelanggaran terjadi. padahal saat itu udah ditegur, "makanya, jangan minum air es dulu," dan akupun juga udah janji, "iya, sebulan puasa minum air es kok,"
tapi aku munafik juga. colong-colongan minum air es. ya abisnya siapa yg tahan coba? hidup di kota yang panasnya nggak kalah sama kota metro ini, nggak enak kalo nggak minum yang dingin-dingin. sumpah suer nggak kuaaatttt......
simpel sih, cuma air es. tapi kalo udah kepanasan, beeehhh minum air es itu bak terjun ke surga.

setahun lho.. sudah setahun.. nggak kerasa sudah setahun.. (sejenak menatap mata my lovely hun hun sisilia dengan mukanya yg datar natap layar komputer..) oke, lanjut..
setahun meeeenn.. *apaan sih dari tadi setahun setahun muluuu

NUNGGUNYA SETAHUN!!!

bertahan setahun dengan komunikasi marka jalan. jadi kesannya samar-samar. tapi carenya nggak virtual! sumpah ini orang pake dukun mana coba? fotoku udah diapain aja sama dukun itu? astagaaaa...

***
di tengah malam, lagi di ruang tamu sambil telpon my beloved aunty. ada yang ngetuk pintu. ternyata adek, baru pulang.. ngelihat aku telpon, dia tanya "siapa itu? tuyulmu?"
aku jawab, "bukan, atee Rini."
adek, "kerjaanmu lho galau terus mbak. kenapa nggak jadian aja?"
aku, "nggak semudah itu.."
adek, "kamu ndak cocok sama dia! aku tahu dia kayak apa!"
aku, "aku juga tahu pacarmu kayak apa! dia berkulit bersih dan putih. nah kamu? sebelas dua belas dengan arang yang dipake buat bakar sate kemarin,"
adek, "berapa lama kamu nunggu?"
aku, "setahun,"
adek, "kenapa kok ndak balikan sama mantan?"
aku, "karena udah ndak sayang."
adek, "apa sih bagusnya dia?"
aku, "ndak tau.."
adek, "terus kenapa bisa suka?"
aku, "ndak tau. aku dipelet mungkin.."
adek, "kalo kamu jadian sama dia, kamu seneng?"
aku, "iyalah! bahkan aku bakal rela traktir kamu ke southern track,"
adek, "eh? serius? sini deh, aku comblangin!"
aku, "aku ndak suka dicomblangin,"
adek, "bilang aja bokek!"
"WOOOOYYYY!!! KENAPA ATEE MALAH DIKACANGINNNN???" suara menggelegar dari ujung ponsel pun terdengar, mengerikan sebenarnya.
aku, "eh maap, te. ini lho adek ngajak carok,"
adek, "kamu sih dibilangin ndak mau. nih, es doger. dibelikan om fian, tadi ketemu pas di jalan,"
*ini bukan colongan. tapi ada rejeki datang, mana mungkin ditolak :p
***
HAUS SETAHUN, DIBAYAR DENGAN MINUM AIR ES BERDURASI 20 MENIT!!!
amazing banget sumpah...
sebenernya sih udah ikhlas kalo mau kehilangan dalam waktu dekat. karena udah natural event. biarin aja lah, cuma jadi sumber semangat buat belajar. karena setelah durasi 20 menit tadi, ngerjakan PR nggak pernah sesemangat itu. belajar sambil senyam-senyum mihihihihi :3

dari kejauhan aku melihat... sumpah, kharismanya sama seperti kemarin :)

Saturday, 13 October 2012

peronnya mahal

tadi pagi jogging. hal yang menjadi kegiatan mingguanku bersama papa, dulu...
kali ini jogging sama jin... maaf tidak ada any pict, karena jin itu invisible kan??

aku orang indonesia yang sangat kagum dengan arsitektur Belanda. terkadang aku cukup bersyukur bahwa bangsaku ini pernah dijajah belanda. karena kedatangannya membawa banyak perubahan apik selain menyiksa juga.

aku kangen bentuk jam dinding jumbo itu, dengan angka romawi dan dinding yang kusam. ya, bagian dekat rel kereta.
tapi masuk kesana harus bayar peron. tapi, orang yang harus bawa peron itu harus memiliki tiket aliyas hanya penumpang yang boleh masuk peron.
aaaahhhh peliiiiitttttt >.<
nggak jadi nostalgia deh..
mana mungkin aku masuk peron tapi harus beli tiket

dan kami keluar stasiun dengan muka kecewa

Thursday, 11 October 2012

Rationally Thinking

i don't know well how to share this. becoz like I said to him before that I still mature enough yet. karena mungkin lagi kesel, ditinggal tidur siang selama 5 jam. padahal ada yg ingin aku bicarakan. tapi sudahlah, sepertinya tidak perlu dibicarakan. pikiran kami masih jauh. entah aku yg dewasa atau dia yg terlampau kekanakan. tergambar jelas dari fisiknya yang masih seperti anak kecil itu. sedangkan banyak orang mengira aku adalah wanita karier hanya dengan mendengar tipe suaraku. ya, suara yang berbeda dari sebelumnya akibat laryngthis (radang laring) yang menyerang pita suaraku hingga suaraku berubah. entah mengapa terdengar seperti suara seorang customer servicer suatu provider.

saya bingung. saya ini manusia dengan tipe yang seperti apa. dewasa? kekanakan sepertinya? atau masih labil di usia remaja?
tapi yang saya ketahui, jalan pikiran saya masih belum rasional. perhaps yes that people inteprete their thinking differently. tapi saya belum bisa berpikir dewasa dengan posisi sebagai pihak netral.
yang masih saya pegang teguh adalah ideologi dan sugesti. 2 hal tadi adalah musuh terberat kedua saya setelah setan. ideologi, adalah sebuah pikiran yang saya simpulkan sendiri berdasarkan apa yang saya lihat dan yg saya alami. bahkan ideologi ini pernah saya doktrinkan pada seseorang yang tampaknya sulit untuk menerima jalan pikiran saya, namun ia tetap memaksa. sekali saya punya prinsip, hal tersebut takkan pernah saya gubah. entah mengapa hal itu menjadi sesuatu yang paling benar dalam hidup saya, atau setidaknya it won't bring more harm than good for myself and in my society environment, even it is my fams, friends, and another.
sugesti. adalah hal terparah sebelum ideologi muncul. sugesti yang tercipta paling tajam oleh hidung saya contohnya. sekali saya mengendus makanan, jika baunya tidak termasuk dalam kategori 'bau harum' oleh kamus otak saya, maka lidah saya akan berkata 'makanan ini sangat tidak enak', meskipun sebenarnya sangat enak. yap, mungkin lebih mirip seperti logika implikasi, namun sekali saya berfikir bahwa itu negatif, maka janganlah saya melakukannya. mungkin juga seperti menyerah sebelum berperang. saya tidak tahu apakah hal itu berbahaya atau tidak, yang jelas saya tidak akan melakukan hal tersebut.

mungkin 2 hal terparah itulah yang membuat pikiran saya tidak rasional. mungkin juga karena pikiran saya masih terlalu sempit untuk memikirkan hal-hal kompleks seperti ini. saya kurang eksplor dengan membaca, karena kelemahan mata saya sebenarnya sudah dalam kategori parah, bahkan manusia umur 70 tahun belum tentu mengidap penyakit presbiopi dan astigmatisme secara bersamaan. mungkin saya harus operasi mata, cangkok mata lebih tepatnya.
buku memang jendela dunia. siapa yang mengelak? kutu buku akan dapat mengetahui dunia luar tanpa mengunjunginya. dengan sendirinya mereka akan terbawa suasana dalam buku tersebut. sehingga mereka tahu, bagaimana posisi mereka dalam kondisi rumit buku tersebut.

ada satu kawan sekelas saya, Innezdhe. dia kutu buku, tanpa terduga. dia kuasai banyak dunia dari membaca. dia raup kata-kata tak terkilas pikiran saya sebanyak-banyaknnya. salah satu prinsipnya, jika ia tak suka pada seseorang, maka ia tak suka. meskipun kadang tak ia utarakan apa alasannya. namun hebatnya, ia tetap bisa berpikir secara rasional untuk orang tersebut, whether or not they are wrong. awesome. i gonna try, but exactly by my own way that still hidden out of my face, unfotunately --a

ups, anak kecil sudah bangun. matanya masih sipit, lehernya yang gatal ia garuk pelan-pelan. sudah puas tidurnya? kamu tahu, jari-jariku sudah bak cabai merah keriting.

Wednesday, 8 August 2012

butet

waaaaaaaa
pengen nangis rasanya ngelihat Lilyana Natsir kalah :'( kenapa harus kalah? tapi yah, memang, China dan Denmark lebih tangguh dari Indonesia.
entah sejak kapan, kalo ngelihat si Butet (panggilan akrab Lilyana Natsir), rasanya pengen banget kayak dia. dia cewek, tapi penampilannya maskulin. rasanya dia bebas menentukan pilihannya. bahkan ia rela berhenti sekolah demi bulutangkis. wuuuuussshhhh...... bener-bener pengen kayak Butet.. cewek, tapi maskulin.. sumpah keren abiiiissssssssssss *.*

dan inilah yang menimpa saya, teman-teman.....
saya terlahir sebagai perempuan dengan lingkungan serba cowok. bingung? kakek dari papa punya 5 orang anak. 2 perempuan, 3 laki-laki. anak pertama punya 3 anak. cewek, cowok, cowok. anak keduanya punya 3 anak cowok semua. anak ketiga (papa) punya aku dan adikku (cowok), anak keempat 3 orang juga cowok semua, namun sayang, dua diantaranya meninggal, jadi tinggal 1. anak terakhirnya punya 2 anak cowok semua. jadi, notabene sepupu saya itu cowok. yang cewek pertama tadi udah punya anak, cowok, seumuran saya lagi --a jadi bayangkan saja, saya seperti apa.....

hidup sebagai perempuan yang dihimpit banyak saudara cowok itu tidak mudah. gede-gedenya gini malah rada tomboy walau nggak kelihatan tomboynya. saya mengatakan bahwa saya tomboy karena saya suka sesuatu yang berbau maskulin. mulai dari pakaian, sampai hobi cowok. sebagai contoh : pakaian. saya lebih suka pakai kaos oblong, celana jeans, dan sendal jepit ala kadarnya. saya tidak suka dandan dan make up. wajah saya berjerawat serta sedikit kasar. hobi? saya suka gebug drumm, meski banyak yang menganggap remeh permainan drumm saya. banyak yg tidak percaya. tapi yasudahlah, biarkan mereka meremehkan. toh tidak akan berdampak apa-apa buat saya. itu hanya hobi... dan 1 yang penting, saya TIDAK BISA MEMASAK...

melihat Butet, viiiiihhhhhh... saya benar-benar ingin menjadi sepertinya. sedari dulu saya ingin mengikuti style Butet. bukan karena ngefans yang berlebihan, tapi menurut saya itu keren! sedari dulu pula saya ingin memangkas rambut saya menjadi seperti rambut cowok yang super simpel. apalagi kalo pake jaket, jeans, dan sneakers. aduuuuuuhhhh i wanna have fun with that all!!!! belum lagi kalau dibebasin melakukan apa yang saya mau dan dibebasin mau kemana saja yang saya mau.

namun semua itu urung mimpi belaka, teman-teman.....
saya memang sudah berusia 18 tahun, tapi mama saya tetap memperlakukan saya layaknya balita. nggak boleh ini, nggak boleh itu, nggak boleh kesini, nggak boleh kesitu, nggak boleh naik motor kenceng-kenceng, nggak boleh lama-lama di luar rumah dengan alasan 'sudah tidak ada cadangan anak perempuan' aliyas karena saya dianggap satu-satunya keturunan perempuan dari keluarga papa, meskipun ada sepupu saya yang pertama tadi yang udah dianggap tante-tante. dan bahkan sampai sekarang saya masih BELUM mempunyai SURAT IJIN MENGEMUDI (yang tidak percaya silahkan cek dompet saya), sedangkan adik saya yang 13 hari lagi genab berusia 17 tahun itu sudah punya SIM. miris memang... kalau saja papa saya masih ada, mungkin keadaan saya bisa lebih parah dari ini. susah memang punya orangtua super duper over protect.

sampai sekarang, saya masih dicap sebagai anak manja. saya tidak suka predikat itu. setidaknya saya ingin menjadi diri saya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain untuk menjadi seseorang yang bukan saya sama sekali. saya ingin seperti apa? SAYA INGIN SEPERTI BUTET!!! setidaknya saya ingin sekali menerapkan style nya dalam style saya.

saya suka sekali maskulin, tapi bukan berarti saya ber-soul cowok. saya masih normal, saya masih menyukai laki-laki (apalagi 'dia' *.*). maka saya tidak akan melakukan transgender. saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri tanpa ada yang harus mengatur saya. terserah orang lain tak suka, yang penting saya tidak merugikan siapapun.

BUTEEEEETTTTT, sumpah pengen kayak diaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :D
 

Sunday, 29 July 2012

(hampir) mokel

sumpah suer, pengen nangis rasanyaaaaaa... tapi, aku nggak boleh nangis. mengingaaaattttt..........
entah sejak kapan, mungkin emang dari kecil sih, bunda selalu marah-marah kalo liat aku nangis. aku nangis entah gara-gara siapa, pokoknya kalo aku nangis, bunda marah. entah juga apa tujuan bunda marah. mungkin biar aku berhenti nangis. tapi apa begitu caranya ya?? perasaan nih, kalo ada anak kecil nangis, pasti mamahnya pada nenangin pake iming-iming permen lah, eskrim lah, bakal diajak jalan-jalan lah, nah aku?? sekali sentak, langsung berhenti nangis. ckckckckck miris nian diriku ini. hina banget ya. hahahaha

bukan itu guys, tapi yang mau aku ceritain di sini itu..... perut. laper gilaaaa... apalagi jam-jam siang begini. itulah sebabnya aku lebih memilih tidur agar rasa lapar tidak terasa. hahahaha namanya juga puasa. sabaaarrr..

di bulan puasa ini, ya kok tetep aja ya tugas kelompok yang nyuruh observasi itu nongol juga. harus ngegambar peta kelurahan lah (alhasil harus ke kantor kelurahan nih), observasi fauna se-RT (pasti mayoritas kucing, burung, tikus, kecoa, cicak, ayam, mungkin juga kambing) dan berbagai tugas yang lainnya lah. ini lagi puasaan tapi disuruh keliling-keliling begini. tapi, jangan, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk tidak mengerjakan tugas... (kata-kata termunafik dalam posting kali ini)

terlepas dari tugas...
pikiranku seakan terpecah-pecah oleh berbagai kegiatan dimana peranku cukup penting di dalamnya.
1. menjadi sekretaris untuk bukber XE 3 generasi. ini ngumpulin makhluk-makhluk alumni XE susahnya minta ampun. sebagai sekretaris, aku harus membuat proposal peminjaman lab ips.. semoga acara bukber di tanggal 10 ini bisa berjalan lancar amiiiinnnn...
2. ngurusin acara bagi-bagi ta'jil bersama DPA dalam rangka memperingati hari anak nasional (biarpun telat) yang masih nggak tau mau dilaksanain kapan.
3. ngurusin seleksi MPK 2012/2013. ngerjain ini, ngerjain itu, print ini, print itu, hubungin si ini, hubungin si itu. aaaarrrrrgggghhh
4. dipercayai menjadi sutradara untuk pembuatan video klip madu dan racun dalam rangka acara sekolah, Ramadhan Ceria. mikir ini mikir itu. jadi sutradara lagi deh... semoga yang ini lebih gampang daripada mahakarya kemaren (iyalah secara --a)

sibuk, men, sibuk. untuk sementara anggap saja dia sebagai cowok nggak penting. kalo udah nggak sibuk, baru deh ramah tamah lagi. hikikikikikiki

sabtu pagi sempat pengen mokel (membatalkan puasa) karena kelewat haus. tapi untung bisa nahan...

di saat pikiran lagi buntek-bunteknya, ada yang sms, "woy sob, lama nih nggak ketemu. reunion yuk. gue ajak abang gue deh, semoga stick drum dari abang gue masih sehat wal afiat ya, kita nge-band lagi. gimana gimana???" oooo??? menggiurkan sih, tapi..............
"nggak tau timing amat sih lo! lo enak banyak bolos, nah gue? sibuk berat! abis lebaran aja dah!"
wohooooo baru kali ini aku nolak meskipun dengan iming-iming pemandangan segar wajah abangnya yang kerap membuatku kelebihan gebug tom tom.
"yaaaahhh, padahal sebenernya bukan gue yg ngajak, tapi abang gue sendiri.. sayang dong kalo dilewatin.."
teman, inilah yang disebut dengan cobaan puasa yang nyata.....
karena aku orang yang gampang goyah, akhirnya kujawab... "eeeeee.. salam aja buat abang lo yah, peluk cium manis mumumu"

sabaaaaaarrrrrrr

Sunday, 22 July 2012

tetangga yang tertukar (pikiran)

"banyak diburu, hilal terancam punah"
ini kalimat ter-absurd yang aku dapat dari si tuyul kecil, Amsyah (view dualimapuluhpagi.blogspot.com to know him more). emang apaan?
ini mau ptasa aja ribet banget ya? emang sih, harus lihat hilal dulu. aku sih kurang tahu pasti tentang cara penghitungan awal ramadhan ini. pokoknya pas matahari tenggelam, harus keliatan hilal atau bayangan bulan sabit.
dan sampe usai maghrib pun, sidang isbat masih belom kelar juga. masyarakat pada galau nih, saudara-saudara. malam ini tarawih atau enggak?

disini aku nggak mau ngebicarain perbedaan yang ada di Islam. Islam is one. tapi ya kalaupun ada perbedaan, kenapa harus diperdebatkan? kita jalani saja sesuai keyakinan masing-masing. untuk kasus ini, aku dan keluarga serta para tetangga puasa di tanggal 20 juli, hari jumat. sebagian warga kota pun ada yang puasa tanggal 21 atau hari sabtu (don't forget this, it will be naufal's birthday ;p)

karena jumatnya mau puasa, maka malam jumatnya tarawih, pemirsaaahh..
karena rumahku tepat berada di timur masjid, tinggal menapak selangkah aja udah nyampe masjid. ahahaha :D
alhamdulillah, lumayan khusuk sholatnya. meskipun ada 2 kurcaci aneh yang ribut sendiri, ketawa-ketiwi di tengah-tengah sholat. ganggu orang sholat aja --a

usai tarawih, pas mau pulang nih, eh kok kayak liat seseorang yang ngga asing banget buat mataku.
"kayak miss Ika, deh.." *dengan mata terpicingkan karena ngga pake kacamata
tanpa disangka, perempuan yang masih memakai mukenanya itu menyapaku..
"Hey, is it you?"
"Oh, yes mam... you're praying here too?"
"Yeah. well, where is your house? is it not too far from here?"
"yes, mam. look at your right, that's my house"
"that house?????????" tanya miss Ika super duper heran.
"Yes, mam. what's wrong?"
"so we're a neighbour, right?"
"neighbour? where's your house?"
"my house is at left of warung barokah"
"Heeeeeee???? it means that you're Mr. Ngatman's daughter??"
"aha"
"Rio's sister?"
"absolutely..."
"......" *mukaku pun rata
"how long you've been live here?" lanjut miss ika
"since i was born, i guess..."
"......." *miss Ika dengan muka pertanda ngomong 'really???'

fyi, percakapan ini diiringi dua ekspresi wajah yang aneh. miss Ika dengan tampang guru yang masih keheranan, dan aku dengan tampang murid yang mendadak tolol..
ternyata selama belasan taun tetanggaan (mungkin lebih tepatnya udah puluhan tahun, kalo tetanggaan sama papa yang udah tinggal di rumah ini selama 50 tahun, lebih-lebih buyut.. ini rumah usianya udah lebih dr 100 tahun..) kami nggak pernah nyadar kalo selama ini kami tetanggaan. apalagi sampe-sampe jadi guru-murid di sekolah. mungkin karena dulunya miss Ika sibuk kuliah, dan aku pun jarang banget sosialisasi sama tetangga berkat tugas sekolah yang numpuk ajegile itu...

keep communicate to your neighbours, guys...

Sunday, 8 July 2012

Buka Pintu, Sayaaaaaanggggg

Innalillahi wa innailaihi rojiun...
telah meninggal dunia dosen besar Universitas Brawijaya, dr. Muhammad Hanafi, MPH.
emang sih aku belum kuliah, lebih-lebih di UB, tapi aku masih ada  relasi keluarga lah sama beliau. meninggal karena sakit batu empedu. yah, semoga amal ibadah beliau bisa diterima di sisi Allah. amiiiinnn :)

usai ta'ziah, sekeluarga mencoba mencari (kembali) rumah sepupuku, Mbak Linda yang berdomisili di Pondok Blimbing Indah, Malang. ngiterin dari blok A sampe G tak ujung kami temukan rumah Mbak Linda tersebut. yang kulihat di kanan kiri hanyalah rumah-rumah mewah bak istana Barbie (bahkan ada rumah yang benar-benar mirip istana Barbie).





 "sepertinya blok F"
"bukan, seingetku blok C"
"kalo blok C berarti harus balik ke bundaran depan tadi ya?"
"Iyalah, puter ke kanan"
"itu kan ke blok G"
"blok G itu kan blok paling belakang"
"enggak, bloknya muter"
"muter gimana?"
"DIAAAAAAAAAAMMMMMMMM!!!!!" teriakku. seisi mobil pun diam.
"Siapa disini yg punya nomor hp Mbak Linda?"
 "Oh iya, kenapa nggak telpon Linda aja,"

PLAAAAAAKKKKK
rasanya kayak digampar pake tali tambang yg udah sering digantungin jangkar perahu selama 10 tahun.
dan entah gimana, akhirnya bisa nyampe juga di tempat yang tadinya bolak-balik kita puterin di saat semobil pada berantem soal alamat Mbak Linda.

lalu? kemanakah keponakanku yg unyu-unyu mirip sama Cakka itu? dari ruang tamu setelah meneguk minuman hingga lega, ku berjalan menuju depan pintu kamarnya. di pintu itu tertempel jadwal pertandingan piala eropa lengkap dengan skema klasemen. tiap ada pertandingan tak pernah ia lewatkan hingga final. yah, sebagai salah satu pemain Arema Junior, ia sangat setia menonton setiap pertandingan hingga usai. hhmmmm.. cool

kubuka kenok pintu kamarnya dan kutemukan ia sedang menatap lekat layar monitor laptopnya sambil nyengir-nyengir. aku bisa membaca wajahnya. sebagai remaja 17 tahun, hal itu adalah wajar...

"hayoooo, senyum-senyum sendiri!!!" tegurku sambil mengagetkannya dengan terjun ke ranjangnya ala altet lompat indah.
"Lho? kakak disini? kapan nyampenya?" tanyanya terkejut sambil menutup laptopnya.
"Ahahahahaha, sudahlah, nggak usah malu-malu, kuciiinngggg" godaku bak tante centil mencari brondong segar.
"Awet?"
"Iyalah, kan pake formalin.." jawabnya bangga.
"Cari bakso yuk, dingin nih.."
"Eeeeee... kakak kesini sama siapa?"
"Sama mama, adek, adek sepupu, kakak sepupu, kakak sepupu angkat, keponakan serta ipar" jawabku lengkap, tahu tek telor istimewa.
"Aah, enggak ah kak.." "enggak apanya?" "Aku males keluar kamar kalo ada orang itu. berisik!" "kamu pikir tadi aku berjam-jam di mobil nggak budeg?" "makanya aku males keluar kamar" "terus kita nggak main?" "main kemana?" "keliling kompleks" "jangan, nanti kita dikira pacaran" "nggak bakaaalll" "enggak aaahh" "percuma dong aku kesini kalo nggak main" "besok-besok kakak kesini lagi sendirian, baru main"

betapapun anda bingung membacanya, saya mengerti. semoga di dekat anda banyak tiang.
singkatnya kita nggak jadi main. dia males main kalo rame-rame begitu. tapi memang benar, kalo kami lagi jalan berdua, dikiranya orang pacaran. padahal kami hanyalah seekor tante dan segumpal daging keponakan. alhasil, dia nggak mau keluar kamar dan akupun sungkan ada di dalam kamarnya terus-terusan. dan akhirnya akupun lebih tertarik melihat bantal-bantal unyu di ruang tengah.

balik pulang. di Lawang (salah satu kecamatan di daerah malang) kalo menjelang maghrib, macetnya minta ampun ciiiinnn.. di situ ada pasar. itu pasar lebih rame kalo malem, tapi bukan pasar malem. produk yg dijual yah seperti pasar pada umumnya, tapi harganya itu looohhh MURAH MERIAH!!!!
sebagai ibu rumah tangga yang baik (serta mata melotot ketika melihat harga miring) langsung deh, serbuuuuuuuu... sedangkan aku dan sepupu-sepupuku tinggal diam di mobil.

lalu, seseorang mengirim sms...
"nyampe mana?"
"nyampe lawang, bukakno!"
"hah? ngarep omah?"
"delok wes..."

*bukan etnis jawa? tanyakan pada teman anda yg etnis jawa atau mengerti bahasa jawa