Friday, 27 June 2014

Klik Saja!

"I'm deleting you right from my heart
Yeah it's over, my last move is to unfriend you"
-Unfriend You by Greyson Chance-

-------------

Yang hobi nongol di Twitter, mana suaranyaaaaaa????
*KYYAAAAAAAAAA!!!!!*

Nah yang hobi update twit, atau sekedar stalking someone on twitter, yang lagi patah hati terus di-twit..
Siapa yang nggak kenal @dwitasaridwita? Atau @adelladellaide? Atau..... (siapa lagi ya?) ?
Dwitasari, terlepas dari karya-karyanya yang sangat melekat di hati teen readers, dan si Adellina, yah, siapapun gerangan, mereka berdua adalah 2 master penge-twit tweets fontal ala anak muda. Mungkin bisa dilihat perbedaannya sih. Kalo si Dwitasari lebih frontal masalah percintaan. Sedangkan Adellina frontal dalam berbagai hal. Mulai dari hal-hal sederhana seperti 'Nggak usah mandi kalo cuma ke TPS' sampai 'Berbahagia dan bersyukurlah kalian yang pacarnya telaten, mau ngurusin pas kalian sakit,'. Mereka punya banyak sekali followers, tak jarang pula, bahkan sering sekali twit mereka di-retweet oleh banyak orang yang sependapat atau konten tweet mereka sedang dirasakan orang lain. Saya nggak bisa banyangin, betapa seringnya notif mention yang mereka terima. Pasti posel mereka paling sering bunyi karena retweet.
Daaaaan..... Kesimpulannya adalah.....
'Saya tidak mem-follow keduanya' -_____- *FYI aja sih*

Oh, enggaaaaak, saya nggak sedang menyindir siapapun kok. Suer ketewer-tewer!

Galau.

Ketika seseorang galau, tak jarang seseorang tersebut menumpahkan emosinya di twitter. Nge-boom lagi. Bisa bayangin kan, ketika kita buka twitter, terus sepanjang timeline twitter isinya bacotan satu orang doang. Keki nggak bacanya?

-Iya! Keki pake bingiiiittzzz!
-Bener, tuh! Ngotorin TL ajah!
-Harusnya kalo dia punya masalah, ngadunya itu ke Allah, bukan ke twitter. Ngetwit isinya ngeluh2 gitu ngga akan menyelesaikan masalah. *oke, yang ini versi alimnya*


Kok kalian keki sih? Kok sebel sih? Kok dibilang ngotorin TL sih? Kok dibilang nggak bisa menyelesaikan masalah sih? (yang ini sih emang ada benernya juga, tapi dikiiiittt)

So, let me explain...

Ketika kalian mem-follow seseorang, itu artinya kalian 'deal' untuk menerima semua informasi dari seseorang yg kalian follow tersebut di Timeline kalian. Ngga cuma di twitter kok, maybe di semua media sosial kali ya. Kalian mem-follow itu kan keputusan kalian sendiri. Entah itu karena kalian kenal, suka, ngefans, dan sebagainya. Terus ketika mereka frontal di TL sampe nge-boom gitu, kok kalian malah sewot?

Gini ya, anggep aja TL itu kayak lapangan sepak bola. Misalkan di lapangan tersebut ada 1 orang, yakni masing-masing dari kalian. Kemudian penonton yg lain itu masih invisible di mata kalian. Kemudian kalian follow si ini si itu sehingga mereka tampak di mata kalian. Mereka ada buat ngomong, teriak, cerita, jerit-jerit dan sebagainya. Mau nggak mau kalian dengar suara mereka. Entah itu perkataan bagus seperti 'Alhamdulillah, sesuatu, ya!' sampai 'Bangsat lo!' *kata 'bangsat' itu nggak perlu disensor meskipun terdengar kasar. FYI, 'Bangsat' itu nama serangga*

Kalo kalian nggak suka mereka pada frontal, ya udah, kalian kunjungi Profile page-nya, kemudian klik Unfollow/unfriend/un- apa aja deh. Dengan begitu, dia akan raib dari TL kalian. Meskipun dia di-unfollow oleh kalian, dia tetep bisa ngetwit kan? Kalian juga bisa berkomunikasi kan meskipun nggak saling follow. Saya pun baru menyadari akan hal satu ini usai saya meng-unfollow seseorang, sebut saja Mawar, yang kerap kali frontal di TL. Udah gitu, kalo saya mention selalu saja di-retweet dulu baru di-reply. Meskipun udah saya unfollow, tetep aja yg muncul di interaction selalu begitu.
Maaf ya, Mawar. Nanti tak follow lagi kok, tenang aja. hehehe

Udah, damai aja lah kalo di TL. Nggak usah main sindir-sindir segala.
Kasarnya tuh seperti ini;
-Kalo lo nggak suka sama twit gue, unfollow aja! Gue nggak rugi juga, kok!'

Halusnya tuh seperti ini;

-If you don't like my tweets, don't talk any bad words on timeline. Just visit my profile page, then click the 'unfollow' button. Thank you :)

Kemudian untuk usulan yang alim tadi, ehehehehe
Mereka ngetwit itu bukan untuk mencari solusi sih, sebenarnya. Mereka hanya mengekspresikan, meluahkan perasaan. Seperti yang saya lakukan selama ini; I'm tweeting just to express, not to impress. Akibatnya apa? Mereka jadi lega. Terlebih bonusnya kalo ada yang merespon, memperhatikan, menasihati, memberikan solusi. Yang perlu dicatat adalah Tuhan itu adil. Dia mengirimkan solusi permasalahan lewat orang lain. As simple as that!

TWITTER = Typing What I'm Thinking To Everyone Reading.

Saya rasa sih nggak cuma Twitter aja yg punya arti seperti itu. Semua media sosial yang nggak punya kepanjangan yg mendeskripsikan hal yang sama dengan di atas pun juga memiliki fungsi yang sama.

Jadi, sekarang sepakat ya. Suka? Follow! Nggak suka? Unfollow!
Adil saja lah seperti ilmu Logika Matematika. Jika P maka Q. Jika ~P maka ~Q
:)

No comments:

Post a Comment