Kala ku tenggelam, ku tak berharap kau ada
Untuk menemani, untuk memberi senyum
Terlalu lelah...
Sekian waktu berlalu tak mampu membuatku
Takut kehilangan. Tak ingin ku menipu batinku dan batinmu
Terlalu lelah...
Kala kebosanan melanda di dinding hati
Saat itu kulepas dirimu
Maafkan aku bila selama ini kubagi cintamu dengan dia
Seseorang yang mampu meluluhkanku
Hujan t'lah berhenti, selamat datang kau pelangi
Ini hanya sepenggal kisah
Tentangmu, tentangku, dan dirinya
Takkan terlupa, seperti biasa
-Terlalu Lelah, by Evo-
Sebelum aku hanyut dalam kesunyian. Atau bahkan terjebak dalam kesendirian.
Aku menoleh ke arahmu dengan wajah lesu.
Aku merintih di dalam kalbu. Aku menyipitkan mata yang sarat kesedihan.
Kupicingkan perlahan hingga satu per satu permata jernihku jatuh.
Aku lelah bercerita tanpa didengarkan. Tapi aku lebih lelah didengarkan dengan keprihatinan yang palsu.
Tapi aku jauh lebih lelah mengubur semuanya sendirian.
Jemariku, bantu aku.
Sampaikan kata-kata kiasan ini kepada mereka. Biarkan tiap abjad mengepakkan sayap hitamnya. Persilahkanlah tinta-tinta keruhnya luntur.
Mereka sudah tahu bahwa aku lelah dan berusaha tetap bertahan.
Tapi mereka tidak tahu....
Aku yang tengah bertahan... Sudah merasa terlalu lelah...
Bait-bait senjaku yang manis, tersayang...
Biarkan aku tidur.
No comments:
Post a Comment