Monday, 12 August 2013

My Sickness

"minal aidzin wal faidzin
mohon maaf lahir dan bathin"


Nggak ada kalimat lain sih selain serangkaian kalimat di atas tadi. Belakangan ini aku seperti kehabisan kata-kata. Aku kehilangan motivasi semenjak ia pergi entah kemana beberapa hari sebelum lebaran tiba. Ia tak memberitahuku ia pergi kemana. Projekku kubiarkan membusuk. Karena tidak ada yang mendesakku untuk menyelesaikannya. Jujur, satu-satunya motivasiku untuk menyelesaikan projek itu hanyalah dia. Bukan karena ia inspirasinya, atau karena aku menyukainya, tapi terlebih karena ia menilai projekku yang ini menarik dan menantang.

Hari minggu kemarin ada pertemuan keluarga. Rumah Oom Alvin lah yang menjadi venue pertemuan tahun ini. Selama perjalanan di pikiranku cuma ada 3.
1. Harus ketemu Oom Alvin dan tanya-tanya soal otomotif beserta modifikasinya untuk projekku.
2. Harus ketemu Mbak Mamik, Mbak Heny, Mbak Siti, dan Mbak Aminah. Aku sungguh kangen dengan gangster Ivan Mart tersebut.
3. Aku harus berhasil mengambil sikat gigi miniku yang tertinggal di kamar mandi rumah Oom Alvin saat menginap disana bulan lalu.

Dan yang berhasil kulakukan hanyalah :
1. Ketemu Oom Alvin cuma buat bahas kuliah, jadi terima tamu, bantu-bantu nyiapin sajian. Lupa nanya soal otomotifnya.
2. Cuma ketemu Mbak Mamik yang sekarang rambutnya udah lurus kayak penggaris dan Mbak Aminah yang terlihat cantik dengan hijab kuningnya.
3. Sama sekali nggak kebelet pipis, jadi nggak ke kamar mandi sama sekali.

Sekarang aku sakit. Nggak ada niat sama sekali buat nerusin projek. Malah curhat nggak jelas di postingan ini. Kamu kapan pulang, My Sugar My Candy??? Aku butuh omelanmu agar projek ini terselesaikan sesuai dengan inginmu.

Kemarin aku mimpi soal masa lalu. Mimpi kami bercanda riang tanpa keraguan dan kecanggungan. Tertawa lepas. Aku mencubit hidungnya yang besar dan dia memelukku. Subhanallah indahnya. Dan mimpi indah itu berakhir seiring dering alarm membangunkanku diiringi dengan derai tangis air mata. Mimpi yang membuatku semi gagal move on.

Aku jadi sering mengingat masa lalu. Dimana aku sering mendoakan keselamatannya. Semoga dia sehat wal afiat, sehingga ia bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Semakin mengingat hal itu, lagi-lagi nangis. Ah, entah kenapa begitu hebatnya dia berkeliaran di otakku selama 2 tahun.

Hampir setahun laryngitis yang kuidap selama lebih dari 6 tahun itu tidak kambuh di tahn 2013 ini. Tapi sekarang jadi terasa, tenggorokan seperti tercekik. Aku takut operasi lagi.

Aku makin tua. Sudah 19 tahun. Sempat cemas THR menipis, ternyata tidak benar adanya. Alhamdulillah ada aja rejekinya. Tapi semakin tua semakin sakit. Tahun depan sudah angka milenium. Kalau masih sendiri bakal dijuluki Si Jomblo Perak. Eh, salah, saya single, bukan Jomblo! Seperti kata Bang Arip : 'Single itu prinsip, Jomblo itu nasip, kalo Rian udah pasti Demasip!' yeaaahh, sedaaaaapppp

Oh iya, kemarin sekilas lihat banner calon walikota dengan catatan kaki "Ambil uangnya, jangan pilih orangnya!"
Hmmmmm, beliau sudah tahu dengan arti 'Serangan Fajar'. Atau memang tidak ada modal untuk serangan fajar? Mempan nggak sih kira-kira?
Karena nggak pernah lihat orangnya secara langsung, ah, sudahlah. Jariku ada lima, balonku yang tinggal empat, kupegang erat-erat, karena yang hijau sudah meletus.

No comments:

Post a Comment